KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi terutama terkait dengan koordinasi dan pernyataan yang diberikan kepada publik.
“Kalau dari arahan presiden, semua kementerian harus betul-betul terkoordinasi. Tidak ada yang bicara sendiri-sendiri. Kalau bicara, harus dibicarakan dengan kementerian terkait sehingga tidak ada pesan yang simpang siur di masyarakat,” kata Luhut di Istana Negara, Rabu (12/8/2015).
Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu menyatakan, saat ini kerja sama tim yang lebih diutamakan dan jangan sampai hal yang tidak perlu diketahui publik bocor, pun tugas pokok setiap menteri harus jelas.
“Siapa berbuat apa harus jelas jangan bocor ke publik lebih dahulu,” katanya lebih lanjut.
Beberapa kebijakan menteri dalam kabinet kerja yang tak kompak dalam memberikan pernyataan bahkan kebijakan misalnya, tentang aturan impor pakaian bekas.
Menteri Perdagangan (Mendag), Rachmat Gobel telah melarang impor baju bekas tapi Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro justru menaikkan bea masuk pakaian bekas impor menjadi 35 persen.
Presiden Joko Widodo mengangkat Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Polhukam menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno. (setiawan)









































