Foto DW Indonesia

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Pemerintah Iran merespons tawaran Indonesia yang menyatakan kesiapan menjadi mediator dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Namun Teheran menegaskan saat ini tidak ada ruang untuk negosiasi dengan Washington.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan Iran tetap menghargai niat Indonesia yang ingin membantu meredakan konflik. Meski demikian, ia menegaskan posisi Iran yang menolak berunding dengan negara yang dianggap memusuhi mereka.

“Kami tentu mengapresiasi pesan dan kesiapan Indonesia untuk memediasi. Namun bagi kami tidak ada negosiasi dengan negara yang melakukan permusuhan terhadap kami, yaitu Amerika Serikat,” ujar Boroujerdi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Senin (2/3).
Boroujerdi juga menyebut Iran tidak memiliki keyakinan Amerika Serikat akan menghormati kesepakatan apa pun jika perundingan dilakukan.

Untuk itu, menurutnya upaya mediasi saat ini tidak lagi menjadi solusi yang realistis.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk membantu membuka jalur dialog guna meredakan konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.
Melalui pernyataan di akun resmi Kementerian Luar Negeri RI, Indonesia menyampaikan penyesalan atas kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang kemudian memicu eskalasi militer.
Pemerintah juga mendorong semua pihak menahan diri dan kembali menempuh jalur diplomasi.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif,” tulis Kementerian Luar Negeri melalui akun X, Sabtu (28/2).

Di dalam negeri, gagasan Indonesia menjadi penengah konflik menuai beragam tanggapan. Sejumlah pengamat menilai Indonesia tidak memiliki posisi tawar yang cukup kuat untuk memediasi konflik antara negara besar seperti Amerika Serikat dan Iran.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai upaya tersebut akan sulit dilakukan karena ketimpangan kekuatan antara pihak-pihak yang terlibat.

“Indonesia saja tidak setara dengan Amerika. Bagaimana kita bisa mendamaikan pihak-pihak yang tidak setara dalam situasi seperti ini,” ujarnya. (sis)