
Kanalnews.co, JAKARTA – Pawai juara Persib Bandung berlangsung meriah dan relatif aman saat ribuan Bobotoh memadati ruas jalan Kota Bandung, Minggu (24/5). Namun di balik suksesnya iring-iringan perayaan gelar Super League 2025/2026 itu, bek Maung Bandung Frans Putros mengalami kejadian apes karena kehilangan telepon genggamnya di tengah lautan suporter.
Euforia kemenangan Persib benar-benar membakar atmosfer kota. Sepanjang rute pawai, para pemain disambut gegap gempita Bobotoh yang rela berdesakan demi melihat langsung skuad juara berparade membawa trofi kebanggaan.
Meski sempat terjadi kepadatan luar biasa, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan secara umum seluruh rangkaian pawai berjalan lancar. Hanya saja, kemacetan massa membuat rombongan pemain kesulitan menuju titik akhir hingga beberapa pemain terpaksa berjalan kaki.
“Secara keseluruhan berjalan sangat lancar, tapi memang ketika pemain akan dibawa ke pendopo untuk istirahat dan titik terakhir, tersendat karena enggak ada kendaraan yang bisa tembus. Jadi terpaksa jalan,” ujar Farhan.
Di tengah padatnya kerumunan itulah Frans Putros mengalami nasib kurang beruntung. Bek andalan Persib itu disebut kehilangan handphone saat suasana sedang penuh sesak oleh ribuan pendukung.
“Putros kehilangan handphone, itu insiden yang saya tahu,” kata Farhan.
Meski ada insiden kecil tersebut, Farhan menegaskan tidak ada kericuhan besar selama pawai berlangsung. Ia juga menyebut beberapa pemain sempat dihujani antusias dari suporter, terutama ibu-ibu yang berusaha mendekat untuk berfoto dan menyapa langsung para pemain Persib.
Selain Putros, beberapa suporter juga dilaporkan sempat pingsan akibat berdesakan di tengah tingginya antusiasme massa. Bahkan Manajer Persib, Umuh Muchtar, disebut mengalami kelelahan hingga harus mendapat bantuan medis.
Farhan menilai membludaknya jumlah Bobotoh menjadi penyebab utama kepadatan ekstrem dalam pawai kali ini. Ia membandingkan perayaan musim ini dengan tahun sebelumnya yang memiliki rute lebih pendek dan area penampungan massa lebih luas.
“Tahun lalu jarak pawainya hanya 2 kilometer, sekarang 5 kilometer. Tahun lalu ditampungnya di Gasibu yang kapasitasnya tiga kali lipat dibanding Alun-alun Kota Bandung,” jelasnya. (ads)


































