
Kanalnews.co, JAKARTA – Borneo FC Samarinda harus menelan pil pahit di akhir musim Super League 2025/2026. Setelah tampil ganas sepanjang kompetisi dan mengoleksi poin yang sama dengan Persib Bandung, Pesut Etam gagal menjadi juara hanya karena kalah aturan head to head.
Kekecewaan besar pun dirasakan pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes. Ia menilai timnya sebenarnya layak berada di singgasana juara jika melihat performa dan statistik sepanjang musim.
Borneo menutup musim dengan 79 poin, jumlah yang identik dengan Persib. Namun regulasi kompetisi membuat Maung Bandung keluar sebagai kampiun karena unggul head to head usai menang 3-1 di Bandung dan bermain imbang 1-1 di Samarinda.
Situasi itu terasa makin menyakitkan bagi Borneo karena mereka justru unggul dalam banyak aspek lain. Pesut Etam menjadi tim paling produktif dengan 74 gol, jauh di atas Persib yang hanya mencetak 59 gol.
Tak hanya itu, Borneo juga menjadi tim dengan kemenangan terbanyak musim ini, yakni 25 kemenangan. Sementara Persib mencatat 24 kemenangan.
Fabio Lefundes pun mengaku kecewa karena gelar juara akhirnya ditentukan oleh regulasi, bukan statistik dominan yang dimiliki timnya sepanjang musim.
“Kalau lihat statistik, kami lebih baik dalam banyak hal. Tapi aturan head to head sudah ditetapkan sejak awal dan kami harus menerima itu,” ujar Lefundes.
Meski sulit menyembunyikan rasa kecewa, pelatih asal Brasil tersebut mencoba bersikap lapang dada. Ia tetap memberikan penghormatan kepada Bojan Hodak dan Persib Bandung yang sukses mempertahankan konsistensi hingga akhir musim.
Menurut Lefundes, keberhasilan Persib meraih tiga gelar beruntun bukan pencapaian yang mudah diraih oleh tim mana pun di Indonesia.
“Selamat untuk Coach Bojan dan Persib. Juara tiga kali berturut-turut itu luar biasa dan tidak mudah dilakukan,” kata Lefundes.
Bagi Borneo FC, musim ini tetap meninggalkan kebanggaan sekaligus luka. Mereka tampil sebagai tim paling tajam dan paling banyak menang, namun harus rela melihat trofi jatuh ke tangan rival karena selisih head to head. (pht)


































