KANALNEWS.co, Jakarta – PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) menggelar diskusi bertema ‘Sinergi Sosial Untuk Anak Indonesia’ yang menghadirkan sosiolog Profesor Imam Prasodjo dan beberapa organisasi yang memiliki kepedulian terhadap anak Indonesia.

Head of Corporate Affairs Sarihusada Arif Mujahidin, meyatakan, diskusi ini menyoroti masih banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak Indonesia termasuk masalah yang mendasar seperti bagaimana memperbaiki status gizi, mendukung pendidikan mereka serta memberi akses yang merata terhadap informasi edukatif melalui penyediaan bacaan-bacaan yang relevan dan bermanfaat bagi mereka.

“Kerjasama antar stakeholders (pemangku kepentingan) baik sektor pemerintah, swasta maupun masyarakat madani makin diperlukan untuk membantu memecahkan permasalahan sosial termasuk masalah anak di Indonesia,” kata Arif disela-sela acara buka bersama di Jakarta, Rabu (1/7).

Menurut Arif, Sarihusada percaya akan pentingnya kerjasama dalam melakukan kegiatan sosial dan bermitra dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap persoalan ibu dan anak khususnya dalam upaya peningkatan gizi di awal kehidupan.

“Kami terus berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas anak Indonesia melalui penyediaan produk nutrisi awal kehidupan yang enak dan terjangkau serta terus mendorong terciptanya sinergi sosial dalam optimalisasi tumbuh kembang anak-anak Indonesia sebagai modal bagi penciptaan generasi masa depan yang berkualitas dan produktif,” kata Arif lebih lanjut.

Arif menjelaskan, sebagai perusahaan yang didirikan lebih dari 60 tahun lalu dengan misi mendukung kecukupan gizi anak bangsa, Sarihusada memiliki komitmen untuk terus berkontribusi terhadap optimalisasi tumbuh-kembang anak melalui penyediaan produk nutrisi ibu-anak yang berkualitas dan terjangkau.

“Penyelenggaraan berbagai program edukasi dan sosial yang bekerjasama dengan berbagai kelompok pemangku kepentingan mulai dari instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, asosiasi industri, asosiasi profesi, dan masyarakat umum,” papar Arif.

Hal senada junga diungkapkan oleh Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia Imam Prasojo, menurutnya salah satu aset sosial yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah tradisi gotong royong dan saling tolong menolong antar komponen masyarakat, namun sayangnya jika tradisi ini tidak dijaga bisa melemahkan pranata dan sinergi sosial di masyarakat.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja dalam pembangunan masyarakat, karena sinergi antar pemangku kepentingan akan lebih efektif dalam mencapai tujuan pembangunan manusia dan masyarakat,” katanya.

Kecukupan dan kualitas asupan gizi dibutuhkan bagi pertumbuhan fisik serta pengembangan signifikan kemampuan kognitif, tulang, imunitas, sistem pencernaan, dan organ-organ metabolisme. Namun, tumbuh kembang anak yang optimal juga membutuhkan dukungan rangsangan pengembangan intelektual.

Dwi Andayani, Ketua Yayasan 1001buku, menjelaskan, “Kepedulian kami terhadap tumbuh kembang anak Indonesia ditunjukkan melalui inisiatif penyediaan sumber bacaan berkualitas bagi anak-anak dan pembinaan taman-taman baca yang dikelola mandiri oleh masyarakat. Banyak membaca bacaan berkualitas merupakan salah satu cara efektif memberikan asupan bagi pengembangan intelektual anak-anak. Kami mengajak masyarakat untuk bersinergi menyediakan bacaan berkualitas, memperkuat taman baca, dan meningkatkan minat baca pada usia dini, sehingga dapat mendukung optimalisasi tumbuh-kembang mereka.”

Nia Sadjarwo, Founder gerakan ‘Coin A Chance’ menerangkan, “Kami bergerak dengan cara yang sederhana, yakni dengan mengumpulkan koin ‘recehan’ yang dapat ditukarkan dengan ‘sebuah kesempatan’ bagi adik-adik dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan sekolah. Selain itu, fokus utama kami adalah pada pendampingan adik-adik, dimana kami membantu mengembangkan wawasan serta kecakapan sosial seperti berbicara di depan publik, berperilaku, dan kemampuan berjejaring. Kami percaya hal tersebut berpean penting dalam mengasah kecerdasan emosional, sekaligus sebagai modal awal pembentukan karakter yang memungkinkan mereka menjadi seorang pemimpin di masa depan.”

Komunitas 1001buku yang didirikan pada 2002 dan Coin A Chance! pada 2008 berawal dari ide dan kepedulian beberapa individu, yang dalam perkembangannya telah menjaring partisipasi dan dukungan beragam lapisan masyarakat dan stakeholders memanfaatkan media digital.

Untuk mendukung kampanye Nutrisi untuk Bangsa yang digagas Sarihusada sejak 2010 melalui media digital seperti website, twitter, dan facebook, Sarihusada juga meluncurkan aplikasi Nutrisi untuk Bangsa yang akan memudahkan masyarakat untuk mempelajari segala sesuatu mengenai gizi Ibu-Anak sekaligus memberikan dukungan terhadap permasalahan tumbuh kembang anak Indonesia.

Ada lima fitur unggulan yang ada di aplikasi Nutrisi untuk Bangsa yaitu fitur artikel gizi (informasi seputar kehamilan dan menyusui, tips si kecil, kesehatan); kedua, fitur resep sehat; ketiga, fitur Tanya Ahli, layanan konsultasi nutrisi secara gratis bersama para ahli dari Tim Gizi Sarihusada; keempat, fitur Kalkulator Indeks Massa Tubuh; dan kelima, fitur kuis dan aktivitas yang membahas tentang kegiatan komunitas NUB. Saat ini aplikasi Nutrisi untuk bangsa sudah bisa diunduh secara gratis di Google Store untuk platform Android.

“Media digital dapat menjadi alat yang efektif dalam menyebarluaskan pesan yang kita miliki dan menggalang dukungan terhadap misi yang ingin kita capai. Sarihusada juga meyakini efektifitas media digital dalam membangun sinergi sosial untuk optimalisasi tumbuh kembang anak Indonesia,” tandas Arif. (Herwan)