Foto dok Kemenpora

Kanalnews.co, JAKARTA– Meski sudah diperbolehkan mengibarkan bendera di event olahraga internasional, WADA belum mencabut sanksi kepada LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia). Mereka pun akan melakukan sejumlah hal jika sanksi benar-benar dicabut.

Wakil Ketua LADI Rheza Maulana menyampaikan tiga hal yang akan dilakukan pihaknya apabila WADA telah mencabut sanksinya. Pertama, LADI akan melakukan pembenahan internal sesuai dengan harapan WADA dimana tidak boleh ada anggota merangkap jabatan sebagai profesi struktural  yang berkaitan dengan olahraga dan tidak boleh ada konflik interen

“Kedua, SOP LADI harus dibuat sebaik mungkin agar LADI makin profesional ke depannya dan Ketiga, LADI akan menjalani hubungan yang baik dengan seluruh stakeholder olahraga agar tercipta suasana pelaksanaan anti doping yang baik,” ujarnya.

Ia pun berharap agar semua dapat mendukung agar bisa berikan dengan baik. Sanksi WADA tersebut menjadi pelajaran berharga.

“Kami harapkan semua pihak dapat mendukung, terutama Kemenpora sangat mendukung sekali sampai kita mendapatkan situasi seperti ini dan kita tinggal menunggu ketok palu dari WADA terkait pencabutan sanksi ini,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa pada tahun 2021 ini WADA merubah berbagai macam ketentuan dari anti-doping. Salah satunya dari testing sehingga proses testing di Indonesia dirombak total oleh WADA.

“Perombakan ini dari mulai perencanaannya, formula perhitungan jenis sampel percabang olahraga, cabang olahraga mana saja yang patut untuk dites, tingkat risiko doping percabangan harus kita laporkan, sehingga kemarin pada akhir tahun LADI sudah penuhi testing 2001 menggunakan perencanaan versi lama. Tahun 2002 kita gunakan proses perencanaan versi baru,” tutupnya. (ads)