Kanalnews.co, Tuban – Puluhan warga yang mengaku sebagai korban Investasi Bodong datangi Kantor Polres Tuban, untuk melaporkan pasangan sejoli berinisial F dan E yang diduga menjadi otak penipuan berkedok investasi.

“Ini kita mengadu dan membuat laporan terkait masalah investasi bodong,” ungkap Nang Engki Anom Suseno, kuasa hukum dari korban investasi bodong.

Dari data yang di himpun, total kerugian para investor atau member mencapai puluhan miliar rupiah. Rata-rata para korban tergiur oleh iming-iming keuntungan yang mencapai 40 hingga 50 persen dari nominal uang yang diinvestasikan.

“Dua reseller asal Tuban berinisial F dan R kita laporkan,” tambah Direktur LBH Muhammadiyah Tuban ini.

Puluhan korban investasi Bodong datangi Mapolres Tuban untuk melaporkan reseller Asal Tuban.

Dijelaskan Engki, perkara tersebut diduga kuat merupakan jaringan investasi bodong yang ada di Lamongan. Dimana, polisi telah menahan Samudra Zahrotul Bilad (21), seorang mahasiswi asal Dusun Plosolebak, Desa Tambakploso, Kecamatan Turi, Lamongan.

Sementara ini, 99 orang telah menjadi korban penipuan dari dugaan kasus investasi bodong yang dilakukan dua orang F dan E, asal Tuban, Senin (17/1/2022).

Eka Nur Diana salah satu korban penipuan investasi bodong mengaku ikut gabung investasi dan menyetor dana Rp 13 juta. Ia dijanjikan mendapatkan keuntungan sekitar 30 sampai 40 persen melalui bisnis tersebut.

“Mereka menjanjikan investasi trading dengan keuntungan 40 persen setiap 10 hari,” jelas Eka Nur Diana ketika ditemui di Mapolres Tuban.

Bisnis gelap investasi bodong yang ada di Tuban ini telah dilakukan sejak bulan Oktober 2021. Selama itu, rata-rata korbannya telah menyetor uangnya di atas 10 juta sampai 20 juta.

“Usahanya (investasi) mulai dari bulan Oktober. Saya gabung Desember 2021, dan setor Rp 13 juta,” ungkapnya. (LH/Met)