KANALNEWS.co – Jakarta, Terkait dengan penyitaan 10 rumah mewah milik Djoko Susilo, tersangka korupsi pengadaan simulator SIM oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bernilai miliaran rupiah ini mencuatkan tanda tanya berapa besar gaji Djoko.

Wakil Kepala Kepolisian Polri (Wakapolr)i Komjen Nanan Soekarna mengatakan, Djoko berpenghasilan sekitar Rp 30 juta per bulan, yang terbagi menjadi gaji pokok Rp 10 juta dan renumerasi Rp 20 juta.

“Kalau ditotal gaji Irjen DS berkisar Rp 30 juta perbulannya,” ujar Nanan di Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini juga tak mau berburuk sangka terhadap juniornya tersebut terkait soal pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di lingkungan Polri.

”[Masalah kepemilikan rumah] ini harus dibuktikan, apakah semua itu hasil gratifikasi, korupsi, atau juga usaha mandiri yang legal. Harus dibuktikan dulu darimana perolehan rumah-rumah itu, apakah dimiliki sebelum kasus simulator SIM atau sesudahnya. Kalau sebelum (kasus simulator SIM), ya tak boleh disita, dong,” katanya.

Meskipun mengakui gajinya tak terpaut jauh dengan Irjen Djoko Susilo, Nanan juga memperkirakan, jika hanya mengandalkan gaji sebagai polisi, tentu tidak dapat menunjang kebutuhan hidupnya per bulan.

”Gaji saya juga segituan dan tidak cukup. Makanya saya ikut bantu-bantu jual-beli tanah, rumah, dan juga dagang makanan,” tuturnya.

Dia kerap kali  dicap munafik karena sering mengatakan anti-KKN di lingkungan Polri.

”Inilah risiko. Terpenting saya tidak [melakukan] KKN dan tidak minta setoran dari anak buah,” tandasnya.
Penulis : Herwan Pebriansyah