Foto Instagram Rano Karno

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Ambisi besar digelorakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Ia mengaku siap turun gunung dengan berkantor langsung di kawasan Kota Tua Jakarta demi memastikan proyek revitalisasi berjalan tanpa kompromi.

Dalam pernyataannya di Balai Kota, Kamis (9/4/2026), Rano menegaskan dirinya akan menjadi pengawas utama di lapangan.

“Saya sendiri akan berkantor di Kota Tua,” ujarnya.

Langkah ini disebut sebagai strategi darurat sambil menunggu terbentuknya badan khusus pengelola kawasan, seperti yang diterapkan di Kota Lama Semarang. Sementara itu, tim revitalisasi yang sudah dibentuk bakal bermarkas di lokasi proyek untuk memantau setiap detail perkembangan harian.

Rano juga mengungkap rencana besar yaitu merombak Kota Tua Jakarta dalam tiga zona, inti, pengembangan, dan penunjang. Zona inti seluas 80 hektare menjadi prioritas utama, mencakup kawasan ikonik seperti Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah. Fokus awal? Penataan parkir dan relokasi PKL agar lebih rapi tanpa mematikan roda ekonomi warga.

Di balik layar, Pemprov DKI juga menggandeng konsorsium dan para ahli, termasuk pakar dari Semarang, untuk “menyatukan” tiga masterplan besar yang selama ini berjalan sendiri-sendiri dari Citata, MRT, hingga Pembangunan Jaya. Targetnya jelas satu peta jalan terpadu yang bisa langsung dieksekusi.

Selain itu, nostalgia masa lalu ikut dihidupkan. Rano membuka opsi menghadirkan kembali trem sebagai moda transportasi rendah emisi di kawasan tersebut. Ia bahkan mengaku punya kenangan pribadi naik trem dari Pasar Baru menuju Kota Tua, sebuah gambaran yang kini ingin dihidupkan kembali dalam wajah Jakarta modern.

Revitalisasi ini pun dipastikan tak hanya menyentuh jantung kawasan. Koridor Harmoni, akses jalan, jalur pedestrian, hingga sungai di sekitar lokasi bakal ikut dibenahi total. “Semua akan kita benahi, tinggal kita tentukan mana yang paling mendesak,” tegas Rano. (ads)