Ist

Kanalnews.co, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes)  Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah tengah melakukan pengetatan di seluruh pintu masuk negara guna mencegah masuknya varian baru SARS-CoV-2.

“Pemerintah memutuskan untuk memperkuat seluruh pintu masuk negara dengan melengkapi dan memperketat proses karantina di sana, baik itu masuknya itu melalui udara, laut, maupun darat,” ujarnya dalam Keterangan Pers mengenai perkembangan PPKM terkini pada Senin, 13 September 2021 malam.

Menkes Budi mengungkap, saat ini terdapat tiga varian yang masuk dalam pengamatan pemerintah, yaitu varian Lambda (C.37) yang sudah tersebar di 42 negara, varian Mu (B.1.621) tersebar di 49 negara, dan varian C.1.2 yang telah menyebar ke 9 negara.

“Ketiga varian ini memang sedang dalam penelitian, bagaimana perilakunya, laju penularannya, dan apakah mereka bisa menghindar dari antibodi yang terbentuk secara natural maupun vaksinasi. Dan sampai sekarang memang belum ada hasil riset yang pasti,” tutur Budi.

Budi menegaskan, ketiga varian yang diamati tersebut hingga kini belum terdeteksi keberadaannya di tanah air.

Lebih lanjut, Budi menerangkan untuk mendeteksi keberadaan varian baru SARS-CoV-2, pemerintah juga terus meningkatkan upaya pengetesan Whole Genome Sequensing (WGS).

“Kita juga memperkuat jaringan lab Whole Genome Sequencing (WGS) agar kita bisa dengan cepat melakukan identifikasi dari varian baru ini,” terangnya.

Budi memaparkan, saat ini sudah terdapat 21 jaringan laboratorium di Indonesia yang dapat melakukan pengetesan dengan memadai.

Berdasarkan keterangan, setiap bulannya telah dilakukan sebanyak 1.866 genome sequencing melalui jaringan laboratorium tersebut, sehingga total yang sudah dilakukan sejak Januari hingga Agustus 2021 mencapai 6.161 genome sequencing.

“Tahun lalu, satu tahun kita hanya lakukan 340 genome sequencing. Sekarang, sampai bulan Agustus sudah 6.161 genome sequencing,” kata Budi. (Kin)