
Kanalnews.co, JAKARTA – Kementerian Perhubungan langsung menggeruduk pool taksi Xanh SM di Bekasi dalam sidak mendadak. Langkah tegas ini dipimpin langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan usai kecelakaan antara KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
“Ini bukan sidak biasa. Kami bongkar semua aspek, dari kondisi kendaraan sampai kesehatan sopir,” ujar Aan.
Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari dokumen kendaraan, kelayakan armada, hingga kesiapan operasional yang diduga berkaitan dengan insiden.
Hasil awal? Tak sepenuhnya mulus. Petugas menemukan sejumlah kejanggalan yang kini tengah didalami lebih dalam. Bahkan, investigasi tak berhenti di Bekasi, pemeriksaan bakal merembet ke pool pusat di Kemayoran demi menguliti sistem keselamatan perusahaan secara total.
Tak hanya itu, Kemenhub juga menggandeng aparat kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengusut kemungkinan keterlibatan kendaraan dalam kecelakaan yang mengguncang tersebut.
Sidak ini dipimpin langsung oleh Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Hubdat Yusuf Nugroho, yang menegaskan audit dilakukan berdasarkan aturan ketat, termasuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018 tentang sistem manajemen keselamatan angkutan umum.
Jika terbukti ada pelanggaran, konsekuensinya tak main-main. Mulai dari teguran keras, pembekuan izin, hingga pencabutan izin operasi siap dijatuhkan. (ads)


































