
Kanalnews.co, JAKARTA– Status kasus tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur kini memasuki babak baru. Aparat kepolisian resmi menaikkan penanganan perkara ke tahap penyidikan.
Pihak Polda Metro Jaya memastikan langkah ini diambil setelah penyidik mengantongi bukti awal yang dinilai cukup. Kepala Bidang Humas, Kombes Budi Hermanto, menegaskan rangkaian investigasi sudah berjalan intensif, mulai dari olah TKP hingga pengumpulan rekaman CCTV di lokasi kejadian.
“Perkara sudah naik ke penyidikan. Bukti awal dan keterangan saksi sudah kami kumpulkan,” katanya.
Sejauh ini, 24 orang saksi telah diperiksa. Namun angka itu masih akan bertambah. Tujuh orang lain kini tengah dimintai keterangan intensif, termasuk para petugas vital dalam sistem perjalanan kereta, dari PPKA, petugas sinyal, hingga masinis KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
Pemeriksaan lanjutan dipusatkan di Manggarai, dengan fokus mengurai kemungkinan kelalaian fatal dalam sistem operasional.
Tak hanya itu, polisi juga menggandeng tim forensik untuk membongkar kemungkinan penyebab teknis.
Dugaan gangguan sinyal hingga sistem kelistrikan kini masuk radar penyelidikan, indikasi kecelakaan ini bisa jadi bukan sekadar human error.
Sementara itu, sosok sopir taksi online berinisial RRP statusnya masih sebagai saksi. Namun fakta terungkap, RRP baru bekerja sejak 25 April 2026, hanya hitungan hari sebelum insiden, dan hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari. (ads)



































