
Kanalnews.co, JAKARTA– Menko Polhukam Mahfud MD mengapresiasi kinerja Polri dalam mengusut kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ia menyebut penetapan Irjen Ferdy Sambo ibarat orang yang melahirkan bayi secara caesar.
Mahfud menilai upaya Polri mengungkap kasus ini tidak mudah karena banyak kesulitan seperti hilangnya barang bukti. Namun Polri perlahan berhasil menanganinya.
Pada prosesnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit akhirnya mengumumkan tersangka baru. Adalah Irjen Ferdy Sambo yang disebut sebagai otak pembunuhan karena ia yang memerintahkan ajudannya menembak Brigadir J.
“Kasus ini memang agak khusus, seperti orang menangani orang hamil yang mau melahirkan tapi sulit melahirkan sehingga terpaksa dilakukan operasi caesar,” kata Mahfud MD.
“Operasi caesarnya agak lama, kontraksi terjadi terus (hingga) Kapolri malam ini berhasil mengeluarkan bayinya, dalam kasus kriminal yaitu Ferdy Sambo sebagai tersangka,” Mahfud MD menambahkan.
Untuk itu, dia berharap kasus ini dapat diusut secara tuntas. Pemerintah akan terus mengawasi kasus ini.
“Kita akan mengawasi kejaksaan sekarang dan mendorong agar punya semangat yang sama,” kata Mahfud.


































