
Kanalnews.co, JAKARTA – Aksi begal di Jakarta kembali bikin resah. Polda Metro Jaya mengungkap wilayah penyangga dan Jakarta Barat menjadi daerah dengan angka kasus begal paling tinggi di Ibu Kota.
Polisi menyebut ada sejumlah faktor yang membuat kawasan tersebut rawan aksi kriminal jalanan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin, menjelaskan tingginya kasus begal di Jakarta Barat dipengaruhi efek teori balon. Menurutnya, ketika aparat gencar melakukan penindakan di satu wilayah, pelaku kejahatan cenderung bergeser ke daerah lain di sekitarnya.
“Ketika penegakan hukum diperketat di satu titik, potensi kejahatan bisa bergeser ke wilayah lain,” ujar Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5).
Nama Jakarta Barat belakangan memang paling sering muncul dalam kabar begal yang viral di media sosial. Namun polisi menilai kondisi itu juga dipicu masifnya penyebaran video dan informasi di platform digital sehingga seolah-olah seluruh aksi kriminal hanya terjadi di wilayah tersebut.
Meski begitu, Polda mengakui Jakarta Barat memiliki karakter wilayah yang lebih kompleks dibanding daerah lain di Jakarta. Mulai dari kepadatan penduduk, perbedaan ekonomi masyarakat, hingga latar belakang sosial dan pendidikan yang sangat beragam disebut menjadi faktor meningkatnya angka kriminalitas.
“Jakarta Barat sangat heterogen, baik secara sosial, ekonomi maupun pendidikan. Itu ikut mempengaruhi tingginya tindak pidana,” kata Iman.
Ia juga membandingkan kondisi Jakarta Barat dengan Jakarta Selatan yang dinilai lebih stabil. Aktivitas warga di Jakbar disebut jauh lebih padat dan dinamis, sementara sebagian besar kawasan Jakarta Selatan didominasi permukiman dan pusat usaha yang lebih tertata.
Padatnya mobilitas masyarakat hingga tingginya aktivitas ekonomi disebut membuat Jakarta Barat menjadi salah satu titik paling rawan aksi begal dan kejahatan jalanan lainnya. (ads)



































