
Kanalnews.co, JAKARTA– Menteri Koodinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengakui ada kebocoran data negara. Namun, ia memastikan data tersebut bukan bersifat rahasia.
Pernyataan itu ia sampaikan setelah mendapatkan laporan dari pihak Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) dan hasil analisis dari Deputi VII Kemenko Polhukam.
“Soal bocornya data negara lah. saya pastikan itu memang terjadi. Saya dapat laporannya dari BSSN dan analisis Deputi VII saya. Terjadi di sini di sini di sini,” kata Mahfud.
Ia menyebut data yang bocor tidak bersifat rahasia. Namun, surat untuk Presiden Jokowi juga ikut diretas, Mahfud memastikan akan didalami.
“Jadi belum ada yang membahayakan, dari isu-isu yang muncul yang ada di koran, kan cuma itu-itu aja. Enggak ada yang rahasia negara yang beredar itu,” kata Mahfud.
“Sehingga itu bisa saja kebetulan sama dan bukan rahasia juga, barangkali dokumen biasa yang terbuka. Tapi itu memang terjadi. Misalnya di Dukcapil ada. Di beberapa tempat,” tambahnya.
Belakangan heboh peretas bernama Bjorka mengunggah surat dan dokumen Presiden RI Joko Widodo dalam waktu tahun 2019 – 2021. Selain itu, juga ada dokumen Presiden Jokowi kepada Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia,” tulisnya di situs breached.to.


































