KANALNEWS.co, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia menyediakan sebanyak 222.014 kursi setiap hari atau meningkat 2,1 persen dibanding masa angkutan Lebaran 2016 yang mencapai 217.364 kursi per hari.

“Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan moda transportasi kereta, kami menyediakan 331 perjalanan KA reguler yang terdiri dari KA jarak jauh, sedang dan lokal dan 38 perjalanan KA tambahan sebanyak 21.860 kursi per hari,” kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Edi menambahkan, peningkatan kapasitas terjadi setelah volume penumpang KA Utama (eksekutif, bisnis dan ekonomi) akan naik 13.128 dari periode angkutan Lebaran tahun lalu. Sementara kapasitas kursi KA terbanyak adalah pada Kertajaya Pasarsenen-Pasarturi dan Brantas Pasarsenen-Blitar sebanyan 1.792 kursi tambahan.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan menambah lagi kapasitas dan pengoperasian KA baru apabila permintaan terus meningkat,” katanya lebih lanjut.

Secara menyeluruh, Edi menjelaskan target penumpang tahun ini mencapai 367 juta penumpang atau naik dari 352 juta penumpang pada 2016. Sementara untuk pemesanan tiket akan dimulai pada 17 Maret 2017 atau H-90 sebelum keberangkatan yang ditetapkan PT KAI. Selain itu, pada tahun ini KAI juga menetapkan masa angkutan Lebaran 2017 selama 22 hari, yakni mulai 15 Juni 2017 (H-10) sampai dengan 6 Juli 2017 (H+10).

“Arus mudik diperkirakan akan mengalami puncak pada Kamis 22 Juni 2017 atau H-3 dan puncak arus balik diperkirakan Sabtu 1 Juli 2017 atau H+6,” kata Edi.

Sama seperti tahun sebelumnya, pada tahun ini KAI kembali menyelenggarakan angkutan motor gratis bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, dengan jadwal pengangkutan akan dimulai pada 18-23 Juni 2017 untuk arus mudik dan 29 Juni sampai 5 Juli untuk arus balik.

KAI juga akan mengerahkan 4.223 personel keamanan baik dari internal maupun eksternal untuk mengamankan arus mudik dan balik, sedangkan untuk petugas akan disiagakan 2.950 petugas, baik pemeriksa jalur, pe jaga lintas yang ditempatkan di posko-posko rawan sepanjang jalur Jawa dan Sumatera.

Untuk ibu hamil yang akan menggunakan jasa KA jarak jauh diperbolehkan naik kereta jika usia kehamilan 14-28 minggu. “Di luar periode kehamilan tersebut, ibu hamil wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan bahwa kandungan sehat dan minimal didampingi satu orang, terutama keluarga,” demikian Edi. (Setiawan)