KANALNEWS.co, Bekasi – PT Summarecon Tbk, pengembang property yang berwawasan lingkungan mendukung pemerintah dalam Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik denganmenghadirkan panel surya fotovoltaik Europe Advanced Technology di semua unit klaster Burgundy Residence Bekasi.
“Panel surya ini mampu menghemat listrik hingga 50 persen dari penggunan listrik perumahaan pada umumnya sehingga menghemat penggunaan listrik PLN secara signifikan,” jelas Executive Director PT Summarecon Tbk Albert Luhur disela-sela peluncuran klaster ketiga hunian The Burgundy Residence di Kota Bekasi, Jawa Barat Sabtu (24/3).
Albert mengatakan, nantinya penghuni dapat memantau penggunaan listrik yang didapat dari energi surya tersebut dengan aplikasi Sunny Portal yang mampu memonitor energy yang didapat secara online.“Fasilistas ini sejalan dengan keinginan kami menjadikan Summarecon Bekasi untuk menjadi Modern Smart City sebagai hunian dengan teknologi modern ramah lingkungan,” katanya.
Menurut Albert, sejak diperkenalkan pertama kali pada pertengahan 2017, The Orchard yang merupakan pengembangan kawasan terbaru seluas 30 hektare di Kota Bekasi berhasil merebut perhatian masyarakat. “Hal ini terbukti dari hasil penjualan klaster pertama The Orchard, Burgundy Residence yang sukses terjual sebanyak 175 unit pada tahap pertama dan kedua. Untuk memenuhi permintaan pasar yang masih tinggi terhadap produk hunian di Summarecon Bekasi, Burgundy Residence tahap 3 pun telah resmi diluncurkan hari ini,” katanya.
Albert menjelaskan, The Burgundy Residence tahap tiga ini menyasar konsumen milenial yang sudah berkeluarga dengan daya beli hingga Rp1 miliar. Hadir dalam tiga tipe yaitu Scarlet dengan luas lahan 6 x 11 meter persegi, Magenta 7 x 13 meter persegi, serta Vermilion 8 x 13 persegi, kini Summarecon Bekasi menawarkan satu tipe terbaru, yaitu Carmine berukuran 5 x 11 meter persegi yang dipasarkan mulai dari Rp850 juta per unit.
“Salah satu potensi besar yang coba kita tujukan yaitu untuk memenuhi pasar yang lebih muda atau pembeli rumah pertama, tidak terkecuali kaum milenial yang mengidamkan hunian tapak di sekitar Jakarta,” katanya. (WAN)







































