KANALNEWS.co, Jakarta – Direktur Pembinaan Hulu Kementerian ESDM, Tunggal, mengatakan, dari tujuh blok migas yang ditawarkan,  tiga diantaranya diminati investor.

Tiga blok itu adalah Blok Ebuny (offshore ) di Sulawesi Tenggara, Onin (onshore-offshore) di Papua Barat, dan West Kaimana (onshore-offshore) juga di Papua Barat). Pemenang ketiga blok migas tersebut akan segera ditetapkan pekan ini.

“Pada Minggu sebelum tahun baru, akan diputuskan.  Sekarang sudah di Pak Direktur Jenderal Migas (Wiratmaja Puja—red),” kata Tunggal di Jakarta, Rabu (28/12)

Menurutnya, dalam penawaran langsung ini sebenarnya ada empat perusahaan migas yang membeli dokumen lelang di Kementerian ESDM. Namun, dalam prosesnya hingga ke tahap penawaran, satu perusahaan tidak melanjutkannya. “Sehingga hanya tiga yang bisa masuk sampai ke tahap akhir,” kata  Tunggal tanpa menyebutkan nama perusahaan yg dimaksud.

Di tahan 2016, Kementerian ESDM membuka lelang 14 blok migas melalui dua mekanisme, penawaran langsung dan lelang reguler. Proses penawaran langsung tujuh blok migas konvensional telah dibuka sejak Juli 2016. Terdiri dari Blok Bukit Barat (offshore Kepulauan Riau), Batu Gajah Dua (onshore Jambi), Kasongan Sampit (onshore Kalimantan Tengah), Ampuh (offshore Laut Jawa), Ebuny, Onin, dan West Kaimana.

Sementara, untuk lelang regular juga ada tujuh blok, yakni South CPP (onshore Riau), Suremana I (offshore Makassar Strait), dan SE Mandar (offshore Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat). Kemudian North Arguni (onshore Papua Barat), Kasuri II (onshore Papua Barat), Manakarra Mamuju (offshore Makassar Strait), dan Oti (offshore Kalimantan Timur).

Proses lelang reguler masih berlangsung. Sudah ada beberapa perusahaan migas baik lokal maupun asing yang berminat membeli dokumen lelang dan ikut penawaran. “Kayak Stat Oil dan Total E&P, itu asing-asing pengen beli dokumen,” kata Tunggal.

Sama halnya dengan penawaran langsung, beberapa perusahaan yang membeli dokumen juga tidak ikut lanjut ke tahapan lelang. Saat ini Kementerian ESDM sedang mengevaluasi keuangan perusahaan yang ikut lelang reguler ini. Pengumuman hasil lelangnya baru bisa dilakukan pada Januari 2017

Tunggal mengakui bahwa minat investor migas untuk ikut lelang tahun ini sangat rendah. Selain empat blok dalam penawaran langsung, ada beberapa lagi yang tidak laku di lelang reguler. Namun, jumlahnya belum final. Kementerian ESDM akan kembali melelang blok migas yang tidak laku ini di tahun depan.

“Lelang tahun depan akan lebih banyak lagi – melebihi dari tahun ini,” ujarnya

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I.G.N. Wiratmaja Puja pernah mengungkapkan bahwa lelang blok migas tahun ini tidak sesuai dengan yang diharapkan pemerintah. “Hasil lelang tahun ini, memang tidak menggembirakan . Hasilnya kurang bagus dibandingkan tahun sebelumnya,” kata  Wiratmaja.

Padahal, kata Wirat, pemerintah telah berupaya membuat lelang tahun ini lebih menarik. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah menerapkan skema baru yaitu “open bid split“. Dengan skema ini, investor dapat mengajukan penawaran besaran bonus tanda tangan dan bagi hasil (split).

Namun, upaya tersebut tetap saja belum bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Wiratmaja mengatakan, setidaknya ada dua faktor penyebabnya minimnya minat investor melirik blok-blok migas yang ditawarkan, diantaranya harga minyak dunia yang masih rendah. (mulkani)