KANALNEWS.CO., Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) pada 27 Februari ini akan diikuti calon petahana Anindya Novian Bakrie yang akan menghadapi calon lainnya, pengusaha nasional Wibisono.

Wibisono yang merupakan nama baru di dunia akuatik nasional ini mengajukan pencalonan dirinya di kantor PRSI, Jakarta, Selasa (23/02/2020).

Tim suksesnya, Heru Purwanto menyebut bahwa Wibisono telah mendapat dukungan dari lima pengurus provinsi (pengprov) PRSI. Untuk maju sebagai calon ketua umum, dia harus mengantungi minimal tiga surat dukungan dari pengprov. Lima provinsi pendukung adalah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Banten dan Jambi.

“Beliau pengusaha nasional yang peduli pada pembinaan prestasi dan organisasi keolahragaan, serta pembina klub renang di Jakarta,” kata Heru. “Ia akan berfokus pada pembinaan atlet usia remaja untuk regenerasi atlet berprestasi yang kini makin sulit ditemukan,” ujar dia seperti dikutip Antara.

Wibisono mengajukan 9 program pokok PRSI apabila ia terlih untuk masa bakti 2021-2025. Antara lain ia menekankan pembinaan usia dini dan perekrutan bibit unggul melalui kejuaraan daerah dan kejuaraan nasional.

Salah satu program pokok yang diajukan juga adalah menghidupkan kembali KRAPSI (Kejuaraan renang Antara Perkumpulan Renang Seluruh Indonesia). Ajang tahunan yang telah berlangsung sejak 1968 hingga 2016 itu berubah bentuk menjadi IOAC (Indonesia Open Aquatic Championship).

Meski disebut masih memasukkan unsur KRAPSI didalamnya, IOAC sering dianggap menghilangkan semangat pembibitan atlet renang yang diharap merata di semua perkumpulan renang. IOAC yang memperlombakan sekaligus semua cabang akuatik yaitu renang, polo air, loncat indah, renang artistik dan renang masters dan diselenggarakan PP PRSI di Jakarta. Hal ini menghilangkan tradisi penyelenggaraan KRAPSI yang selama bertahun-tahun diselenggarakan oleh satu perkumpulan renang baik di pusat mau pun daerah.

Bagi atlet-atlet muda atau usia dini, ajang KRAPSI dianggap sebagai puncak kebanggan mereka. Apalagi dengan waktu penyelenggaraannya pada pekan terakhir Desember dianggap ideal sebagai masa rekreasi si atlet muda bersama keluarga yang merupakan stake holder terpenting lahirnya atlet potensial.

Sementara calon petahana, Ketua Umum PB PRSI 2016-2020, Anindya Bakrie juga telah resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Umum PB PRSI 2021-2025 dengan diusung 22 Pengprov PRSI pada Selasa (23/02/2021).

Anindya menjelaskan alasan kembali mencalonkan diri sebagai Ketum PRSI. Salah satunya adalah dorongan dan dukungan 22 dari 34 Pengrov PRSI. Jumlah ini akan terus bertambah. Sebanyak 22 Pengprov yang dikalim mendukung Anindya Bakrie yakni dari Aceh, Sumut, Riau, Kepri, Bangka Belitung, Jambi, Sumbar, Lampung, Bengkulu, Sumsel. Selanjutnya ada Bali, Jatim, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulsel, Sulteng, Gorontalo, Sulbar, NTT, Papua, Maluku

“Suatu kehormatan bagi saya telah didukung 22 Pengprov pada hari ini (Selasa-red) untuk melanjutkan tugas menjadi Ketum 2021-2025. Jadi sekarang kita serahkan pada ketua penyelenggara, kepada munas yang dihadiri pengprov nanti,” ucap Anindya.

Dijelaskan Ketua Steering Committee dan juga Ketua Tim Penjaringan, Sarman Simanjorang, jika berkas pendaftaran Anindya Bakrie sudah lengkap.

Sarman menjelaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar sebagai calon ketum (Caketum) PRSI. Seperti berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), mendapat dukungan minimal dari tiga Pengprov, punya pengalaman dalam kepengurusan organisasi olahraga dan pernyataan tidak terkait dalam proses hukum.

“Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran Ketum PRSI 2021-2025 pada munas yang diselenggarakan secara virtual. Dan hari ini (Selasa-red) kami menerima berkas pencalonan Pak Anindya,” kata Sarman.

PRSI di bawah kepemimpinan Anindya mampu mencetak sejarah yakni meraih medali emas polo air putra di SEA Games 2019. Selain itu banyak event nasional dan internasional bisa berjalan dengan baik dengan berbagai inovasi.

Misalnya Festival Akuatik Indonesia dan Indonesia Open Aquatic Championship merupakan satu kejuaraan yang diikuti berbarengan empat cabor sekaligus renang, polo air , renang artistik, loncat indah, serta renang masters. (Tjahjo)