KANALNEWS.co, Jakarta – Pengurus Provinsi Pordasi DKI Jakarta menyesalkan langkah yang dilakukan oleh PT Pulo Mas Jaya mendesain  proyek pengembangan equestrian di lapangan pacu kuda Pulomas Jakarta Timur.

“Seharusnya Direksi Pulo Mas Jaya melibatkan PP Pordasi yang menjadi National Federation untuk Equsterian, ini kok malah melibatkan pribadi yang tidak berkompeten dalam mendesign venues di kawasan pacuan kuda Pulo Mas,” kata ketua Pengprov Pordasi DKI Jakarta Alex Asmasoebrata kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Alex menjelaskan dari informasi yang didapatnya, PT Pulo Mas Jaya sudah terikat kontrak senilai Rp10 miliar dengan Mr. Ho.

“Design itu tidak dirancang bersama PP Pordasi dan hingga kini belum mendapatkan rekomendasi dari AEF. Anehnya design itu telah di presentasikan ke berbagai pihak,” katanya lebih lanjut.

Ia juga mengungkapkan hingga kini Komite Olimpiade Indonesia belum menetapkan Pulomas sebagai arena untuk pengembangan Equestrian dalam Asian Games 2018 mendatang sebelum ada rekomendasi dari OCA apabila ada kesepakatan dengan AEF.

“Kita tunggu tanggal14 dan 15 April, AEF akan bersidang di Pattaya Thailand. Salah satunya adalah menetapkan Technical Director terkait nomor Equestrian yang akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018,” ujarnya.

Berbagai cara akan dilakukan Pengprov Pordasi DKI Jakarta untuk mempertahankan lapangan pacu kuda Pulo Mas yang dibangun tahun 1970 pada era Presiden Suharto dan diresmikan oleh Gubernur  DKI Jakarta Ali Sadikin itu.

Mengingat sejarah panjang dan akan hilangnya lapangan pacu terbesar di Asia itu, pihaknya melakukan berbagai upaya diantaranya melakukan koordinasi dengan Disorda dan KONI DKI selaku induk organisasi olahraga, kemudian menyambangi DPRD, Gubernur dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Kami juga akan berkirim surat kepada Menko Puan hingga Presiden,” tegas Alex.

Saat ditanya niatnya mempertahankan pacuan kuda Pulo Mas, Ia menjelaskan hanya untuk memajukan cabang olahraga berkuda di DKI Jakarta yang butuh tempat luas.

“Tidak ada keinginan saya untuk memiliki (lahan Pulomas). Saya hanya ingin mengelola olahraga berkuda dibawah Pordasi untuk kebanggaan DKI Jakarta,” demikian Alex. (Herwan)