Kanalnews.co, JAKARTA- Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2020. Menpora RI menyebut semua berkat komitmen dan kerjasama.

Raihan WTP tersebut merupakan yang kedua kalinya secara berturut-turut sejak Kemenpora dipimpin Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Terakhir, Kemenpora mendapatkan WTP 10 tahun lalu.

“Alhamdulillah untuk kedua kalinya tahun ini laporan keuangan Kemenpora mendapatkan predikat WTP,” ujar Menpora Amali kepada wartawan, Selasa (13/7) siang.

Pria asal Gorontalo tersebut mengakui pencapaian ini sangat berharga baginya. Sebab, ini menjadi bukti perbaikan tata kelola lingkungan Kemenpora.

Capaian luar biasa tersebut, lanjut Menpora, bukan karena kerja menteri saja, melainkan hasil kerja semua pejabat yang ada di Kemenpora mulai dari Sesmen, Deputi, Sesdep, Asdep, Kepala Biro, Tenaga Ahli, Staf Ahli, Staf Khusus dan semua pegawai Kemenpora.

“Semua kita bekerjasama mulai dari tingkat atas sampai ke tingkat paling bawah. Kita sudah punya komitmen untuk memperbaiki tata kelola di Kemenpora ini dan Alhamdulillah kita mendapatkan penilaian WTP dari hasil pemeriksaan BPK dan mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan,” harapnya.

Menpora Amali pun menekankan bahwa capaian ini bisa diraih karena semua pihak di Kemenpora. Mereka sudah punya tekad dan komitmen untuk bergerak bersama melakukan perubahan terutama dalam penataan tata kelola birokrasi yang berkelanjutan.

Menpora Amali mencontohkan, semua bantuan fasilitas pada cabang-cabang olahraga untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional saat ini dilakukan secara terbuka. Tidak ada lagi negosiasi-negosiasi dan bahkan dana berapa dana yang diberikan, diusulkan, dan disetujui disaksikan wartawan dari berbagai media.

“Itu demi prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dan tentu teman-teman bisa memantau pelaksanaannya di lapangan, alhamdulillah sampai sekarang berjalan dengan baik. Tapi karena sekarang Covid-19, tidak mungkin kita agendakan upacara seperti yang sebelum-sebelumnya,” katanya.

Menpora Amali menyampaikan raihan WTP ini mendapat sambutan yang baik dari para pimpinan induk cabang olahraga. Menurutnya pimpinan cabor menilai proposal anggaran yang diajukan mereka direview secara fair oleh tim dari akademisi, praktisi, dari internal Kemenpora.

“Ini yang membuat kita selangkah demi selangkah ada perbaikan di tata kelola birokrasi yang ada di Kemenpora ini. Sehingga laporan keuangan kami mendapatkan status WTP,” pungkasnya.

Pria asal Gorontalo tersebut berharap prestasi tersebut bisa dipertahankan. Sebab mencanangkan prestasi-prestasi olahraga kalau tata kelola tidak dibenahi akan terasa percuma.

“Karena kami yakin dengan tata kelola yang baik, maka pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan kepemudaan maupun keolahragaan itu akan bisa tertangani dengan baik. Tapi kalau tata kelolanya tidak kita rapikan atau tidak baik pasti hasil akhirnya juga tidak baik. Kami juga harus jaga jangan sampai menimbulkan masalah terutama masalah masalah hukum bagi institusi ini maupun bagi para pejabatnya,” tegas Menpora Amali. (bnd)