
Kanalnews.co, GOWA– Kejuaraan Tarkam Kemenpora 2023 sudah sampai di Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diyakini dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial.
Sebanyak 528 atlet bakal bersaing di Kejuaraan Tarkam Kemenpora Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ajang tersebut akan berlangsung pada 16 sampai dengan 18 Oktober 2023.
Pembukaan sendiri berlangsung di Taman Sultan Kabupaten Gowa Sulawesi, Senin (16/10/2023). Senam Kebugaran Jasmani 2021 yang di pimpin oleh Istruktur Eva Susanti dari Jakarta menjadi pengantar.
Kemudian dilanjutkan Penampilan Tari Empat Etnis dari SDN Borong Kaluku, serta penampilan Paraga yang di tampilkan oleh pemerharti budaya tradisional.
Bupati Gowa Dr. Adnan Purichta Ichsan YL., SH., MH mengatakan, Kejuaraan Tarkam Kemenpora ini bukan hanya sekedar kompetisi semata. Tetapi juga program unggulan Menpora Dito yang menjadi wujud nyata dari semangat persatuan dan kerjasama antar kampung di Kabupaten Gowa.
Selain itu, juga memupuk solidaritas untuk mencapai tujuan DBON yaitu Indonesai Bugar.
“Kejuaraan Tarkam ini untuk menciptakan masyarakat berkarakter unggul dan Berprestasi Dunia. Selain itu membuat olahraga menyentuh masyarakat di lapisan terbawah yaitu desa dan kampung serta dapat menjalankan talent scouting secara simultan untuk menemukan bibit bibit atlet potensial dari daerah dan juga turut membangkitkan UMKM daerah,” kata Adnan.
Ia lantas menyampaikan terima kasih kepada Kemenpora yang telah memilih Kabupaten Gowa sebagai salah satu yang mendapatkan kesempatan menggelar Kejuaraan Tarkam ini. Ia berharap daerahnya dapat menyumbangkan atlet potensial untuk olahraga Indonesia.
“Semoga kegiatan ini bisa menghasilkan atlet yang berbakat, berawal dari antar kampung dan akhirnya memunculkan atlet atlet nasional. Mari kita terus bersemangat untuk berlatih dan belajar semoga cita cita untuk menjadi atlet yang profesional bisa tercapai dan terwujud dan Kabupaten Gowa bisa kembali melahirkan orang orang hebat di bidang olahraga,” ucapnya.
“Saya juga mengharapkan dalam mengikuti pertandingan ini nantinya semua tim bisa senantiasa menempatkan dan menjunjung tinggi jiwa serta semangat sportivitas dan fair play di atas segala galanya. Ajang pertandingan ini merupakan salah satu ajang pengukuran kemampuan masing masing tim, satu hal yang wajar bila nantinya ada pihak atau tim yang menang dan kalah,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Dr. Drs. Yohan., M. Si mengatakan Menpora Dito Ariotedjo mempercayakan Kabupaten Gowa untuk menggelar Kejuaraan Tarkam karena banyak bibit-bibit atlet.
“Mas Menteri tahu juga bibit bibit olahraga ada di Kabupaten Gowa sehingga nantinya adik-adik semuanya calon atlet atlet profesional itu harus tentunya bekerja melakukan pertandingan lomba dengan sportivitas yang tinggi,” katanya.
“Kami juga memberikan apresiasi kepada para atlet, wasit, dan panitia pelaksana semua pihak yag terkait yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan ini semoga menjadi langkah yang baik dalam pembangunan keolahragaan kedepan yang lebih baik,” ucapnya.
Adnan memaparkan, dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang DBON merupakan perwujudan semangat dan harapan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta segenap para pihak dalam pembinaan secara berjenjang dan berkelanjutan untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga Indonesia.
Oleh karena itu, Kemenpora berkomitmen menciptakan generasi emas Indonesia yang sehat dan bugar dan aktif di masa mendatang, khususnya bagi pelajar dan masyarakat secara umum di seluruh Indonesia. Olahraga juga mengajarkan pendidikan karakter.
“Menjelang Indonesia Emas Tahun 2045 dimana nanti 100 tahun Indonesia Merdeka itu dibutuhkan SDM yang kokoh dan penuh daya saing sehingga nantinya tidak hanya olahraga fisik tentunya juga olahraga jiwa, karena itu Kejuaraan Tarkam ini sangat diapresiasi. Olahraga merupakan bagian penting dalam pendidikan,” jelasnya.
“Tidak hanya meningkatkan kondisi fisik dan keterampilan gerak saja, namun olahraga juga sebagai pendidikan karakter. Olahraga membangun karakter disiplin, membangun karakter sportif bahwa menang dan kalah itu biasa, membangun karakter pejuang dan pekerja keras,” pungkasnya. (ads)


































