KANALNEWS.co, Jakarta – Pemain tengah timnas Spanyol, Andres Iniesta, tidak sanggup berkata-kata setelah disingkirkan Italia dengan skor 2-0 pada babak 16 besar Piala 2016 yang berlangsung di Stade de France, Prancis. Italia berhasil membalaskan kekalahan pada laga final empat tahun lalu.

Hasil ini membuat Spanyol harus menyusul Hongaria, Slowakia, Irlandia, Kroasia dan Swiss untuk angkat koper dari panasnya persaingan kompetisi sepakbola yang mempertemukan negara-negara terbaik di Eropa itu.

“Ya, saya tidak tahu harus berkata apa. Kami harus menghadapi kekecewaan kami,” kata Iniesta dilansir dari UEFA usai pertandingan, Senin waktu setempat atau Selasa (28/6/2016) dinihari WIB.

Gelandang senior klub Barcelona itu menyebutkan bahwa Italia mempertontonkan sepak bola efisien yang lebih baik dari Spanyol.

“Mereka lebih efisien ketika diperlukan, mereka superior. Kami menunggu terlalu lama atas hal yang mereka lakukan. Kadang-kadang, situasi itu bisa menyakiti Anda,” kata dia.

Iniesta menambahkan, “Selama babak kedua, kami berjuang lebih dan pertandingan jadi berbeda.”

Iniesta mengatakan timnya tidak akan terlalu lama bersedih atas kekalahan ini dan bersiap untuk membangun kembali untuk kompetisi berikutnya.

“Harapan sangat tinggi, tapi kami menghadapi kekecewaan. Tidak ada yang lain untuk itu, mari kita berpikir tentang masa depan.” ucap dia.

Dua gol anak asuh Antonio Conte itu masing-masing diceploskan oleh Giorgio Chiellini pada babak pertama dan Graziano Pelle pada babak kedua.

Dibabak delapan besar Italia akan berhadapan dengan juara Piala Dunia Jerman  yang akan digelar pada 3 Juli di Matmut Atlantique, Bordeaux, Prancis.

Spanyol menguasai pertandingan dengan 58 persen penguasaan bola berbanding 42 persen, namun Italia berhasil melepaskan tujuh tendangan on target sementara Spanyol lima sepakan tepat sasaran tanpa berbuah gol.

Pada awal laga, kedua tim memulai pertandingan dengan umpan-umpan panjang dari belakang ke depan untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan yang basah karena hujan.

Penjaga gawang Spanyol, David de Gea, melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tandukan Graziano Pelle dari umpan Alessandro Florenzi yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang pada menit 8. Tiga menit kemudian, De Gea kembali beraksi menepis tendangan akrobatik Giaccherini. Bola yang ditepis De Gea sempat memantul di mistar gawang kemudian dibuang oleh pemain Spanyol.

Giorgio Chiellini mencetak gol memaksimalkan suasana kemelut pasca tendangan bebas Eder pada menit 32. Bek klub Juventus itu meneruskan bola yang ditahan Emanuele Giaccherini saat berdiri di mulut gawang Spanyol.

Pada awal babak kedua Spanyol mengubah taktik dengan memasukkan penyerang jangkung Aritz Aduriz menggantikan Nolito. Sementara Italia menarik De Rossi kemudian memainkan Thiago Motta.

Italia kembali berpeluang lewat kerja sama Pelle dan Eder namun berhasil diblokir De Gea pada menit 56.

Spanyol berbalik mengancam saat Fabregas memberikan umpan kepada Aduritz namun sepakan pemain Bilbao itu melenceng. Tandukan Ramos dari sepak pojok Fabregas juga tidak mampu menembus gawang Buffon pada menit 73.

Graziano Pelle membuat pendukung Italia di stadion bergemuruh setelah meneruskan umpan silang Matteo Darmian menjadi gol pada menit 90. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.

Berikut susunan pemain kedua tim :

Italia (3-5-2):  Buffon, Chiellini, Bonucci, Barzagli, De Sciglio, Florenzi (Matteo Darmian), De Rossi (Thiago Motta), Parolo, Giaccherini, Pelle, Eder.
Spanyol (4-3-3): De Gea (G), Juanfran, Jordi Alba,  Ramos (C), Piqué, Busquets, Iniesta, Fàbregas, Silva, Nolito (Aritz Aduriz), Morata (Lucas Vazquez).  (Herwan)