
Kanalnews.co, JAKARTA- Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah angkat bicara terkait video Ketua DPP PAN Ahmad Mumtaz Rais yang akan memberikan sumbangan Rp 100 juta. Dia menegaskan Ponpes Ora Aji tidak akan berpihak untuk kepentingan politik.
Sebelumnya ramai di media sosial video Mumtaz Rais yang menyatakan akan memberikan sumbangan Rp100 juta ke Ponpes Ora Aji sekaligus meminta dukungan di Pemilu 2024. Dia bahkan mengancam akan menyetop sumbangannya jika para jemaah tak memilihnya di Pemilu 2024.
“Bang Jago langsung aksi bukan teori, menyumbang uang tunai sebesar Rp100 juta rupiah untuk semua Kintiliyah,” kata Mumtaz dalam video tersebut.
“Gus, ingat Pemilu 2024, jangan jual DPR RI dari partai lain. Tunggal Mumtaz Rais. Jangan Kamto, jangan Kamta, jangan Mbah Badri, jangan Gandong, jangan yang lain-lain. Kalau enggak saya setop sumbangan ke Ponpes Ora Aji. I Love you full, full, Gusku,” kata Mumtaz.
Menanggapi hal itu, Gus Miftah menegaskan video tersebut dibuat tanpa sepengetahuannya. Ia juga menyebut ponpesnya tak pernah meminta sumbangan apalagi dengan syarat berbau politik.
“Yang perlu dicatat pertama Ora Aji tidak ada donatur tetap, karena sifatnya yayasan orang ngasih santri ya silakan saja. Tapi enggak ada kemudian dari orang yang kemudian nitip itu pakai syarat macam-macam,” kata Miftah.
“Kalau dia mau nyumbang orang ulang tahun ya silakan saja, siapa pun boleh. Tapi bukan donasi, namanya donasi itu kan donasi ke pondok kita enggak ada donatur (tetap). Kalau dia ngasih ulang tahun ngasih nyumbang tapi pakai ngancam-ngancam itu ya, biarin saja,” sambung pendakwah nyentrik ini.
“Tapi kalau katakanlah secara politik harus memilih seseorang, atau saya nyumbang kalau milih siapa gitu, bahasanya gini, Ora Aji ora didol,” tegasnya.
“Kan kita enggak ada urusan orang yang bikin bukan kita. Biarkan masyarakat yang menilai. Jemaah yang menilai. Mosok kelase Ora Aji silau dengan uang Rp100 juta kan ya ora lucu to. Wong kita dengan 300 santri lebih semuanya gratis makan, minum, belajar di pondok. Kalian bisa menghitung berapa pengeluaran per bulan to,” kata Miftah. (ads)

































