KANALNEWS.co, Jakarta – Sebgai upaya untuk menjaga kedaulatan Indonesia, TNI-AL akan melakukan pemekaran pasukan Korps Marinirnya di sejumlah lokasi strategis yang berada di perbatasan. Rencananya pembangunan kekuatan itu dilakukan di Kep Riau dan Papua.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, presiden telah memerintahkan secara langsung agar ditambah dan dibangun satu Batalyon Infanteri (Yonif) yakni Yonif-10 di Pulau Setoko, Batam.

“Yonif 10 Marinir nanti akan ada di Batam. Ini adalah salah satu contoh dari wujud kepercayaan pemimpin negara ini kepada Marinir,” kata Soeparno usai menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT ke-67 Korps Marinir di Lapangan Apel Ksatrian Hartono, Bhumi Marinir Cilandak,  Jakarta, Kamis (22/11).

Dan saat ini menurut Soeparno, Batalyon tersebut sekarang ini masih dalam proses penyiapan yang diharapkan dapat selesai pada tahun 2013 mendatang. “Diharapkan tahun depan sudah berdiri dan bisa difungsikan,” ujarnya.

Soeparno mengingatkan, kepercayaan ini mahal harganya sehingga harus dilaksanakan dengan baik. Sebab, sekali Korps Marinir kehilangan kepercayaan terhadap tugas yang diberikan, maka kepercayaan itu tidak akan pernah didapatkan kembali.

Tak hanya membentuk satuan baru di Batam. Gelar pasukan Marinir juga dilakukan di Sorong, Papua. Di sana, kata dia, juga dibangun satu divisi baru Korps Marinir. “Pemekaran Marinir di Sorong tetap ada Brigif (Brigade Infanteri). Nantinya ada satu Divisi (Pasmar) di Sorong,” tuturnya.

Untuk memerkuat Korps Marinir, berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) juga akan didatangkan searah dengan program pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF). Selain itu, alutsista yang lama juga bakal diremajakan. “Nanti akan datang lagi sebanyak 34 unit tank BMP 3F dalam waktu dekat ini,” katanya lagi.

Sebelumnya Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono pernah mengatakan bahwa, keputusan memilih Setoko sebagai pangkalan Marinir karena posisinya dekat dengan Selat Singapura, Selat Philips, dan Selat Malaka.

“Kita tidak ingin situasi damai di Selat Singapura dan Selat Malaka yang sudah kita lakukan dan tekan selama ini kembali berkembang seperti dulu, atau yang lebih buruk lagi,” ucapnya.

Oleh karena itu, katanya, TNI perlu melakukan penambahan kekuatan untuk lebih mendekatkan pasukan pada daerah-daerah yang rawan.

“Memang selama ini kondisi di Selat Philips juga relatif aman dan stabil dengan dijaga oleh pasukan yang telah ada di wilayah tersebut serta pasukan dari Jakarta yang ditugaskan di sana. Dengan adanya penambahan pasukan melalui batalyon yang akan dibangun, maka tidak ada lagi penambahan pasukan dari Jawa,” tuturnya.

Panglima berharap dengan pendirian Batalyon Marinir di Batam akan memberi reaksi yang lebih cepat, lebih responsif terhadap ancaman stabilitas keamanan di perbatasan. “Terpenting adalah mempercepat reaksi penangkalan terhadap para perompak yang ingin melakukan kegiatan di sana,” katanya.

Penulis : Ranoe Nirawan