
Kanalnews.co, JAKARTA-PB HMI memiliki sejumlah harapan besar kepada Jenderal Andika Perkasa usai terpilih menjadi Panglima TNI. Mereka berharap Andika Perkasa mampu membawa perubahan besar terutama di dalam tubuh TNI.
Andika Perkasa terpilih menjadi Panglima TNI setelah diusulkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Ia pun telah menjalani uji kelayakan oleh Komisi I DPR RI.
Dijelaskan Ketua Departemen Kajian Keamanan PB HMI Aprizal Harahap selain masalah keamanan dan kestabilitas negara, Andika Perkasa dianggap mempunyai tugas besar lainnya.
“Hal penting lainnya adalah bahwa pergantian Panglima TNI bukan hanya sebatas pergantian Panglima TNI. Tapi harus menjadi momentum untuk mendorong proses reformasi dan transformasi TNI,” ujar Aprizal.
“Panglima TNI menjadi kunci untuk mewujudkan proses reformasi dan transformasi TNI. Hal ini karena banyak agenda-agenda reformasi TNI yang membutuhkan dukungan dari TNI sendiri,”
“Di sisi lain, reformasi dan transformasi TNI juga membutuhkan dukungan dari pemimpin sipil, seperti proses reformasi peradilan militer, revisi Undang-Undang 31 tahun 1997, restrukturisasi komando teritorial dengan konsep yang lebih matang, modernisasi alutsista dengan proses transparansi dan akuntabilitas yang baik, dan lain sebagainya,” dia menambahkan.
Oleh karena itu, Panglima TNI yang baru diharapkan dapat mewujudkan agenda-agenda reformasi dan transformasi TNI tersebut. Andika Perkasa harus memiliki komitmen terhadap hak asasi manusia dan memberikan jaminan perlindungan terhadap hak asasi manusia tersebut.
Tantangan lainnya bagi Panglima TNI yang baru, lanjut Aprizal adalah menyelesaikan persoalan konflik di Papua yang berlarut-larut dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Khususnya di Laut Natuna Utara yang saat ini eskalasi ketegangannya semakin tinggi.
“Untuk menyelesaikan persoalan tersebut diperlukan langkah taktis, strategis dan humanis. Berbagai hal lainnya yang harus diperkuat lagi adalah pertahanan siber dan bawah laut yang berulang kali bobol dalam beberapa tahun terakhir, hal ini mengingat daerah Indonesia adalah daerah maritim,” katanya.
Terkait internal TNI, Aprizal menilai Jendral Andika Perkasa sebagai Panglima TNI harus bekerja ekstra untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, profesionalitas, dan kesejahteraan anggota TNI. Selain itu, ia juga harus memperhatikan Alutsista yang dibutuhkan TNI sebagai garda terdepan Pertahanan dan bela negara.
“Kita ingin melihat ke depan muncul gagasan baru di tubuh TNI seperti modernisasi, digitalisasi TNI serta perbaikan tatanan sistem pertahanan negara yang lebih baik supaya data-data penting negara tidak mudah dicuri dan dibobol oleh para hacker yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.
“Untuk itu, kita harus segera menempuh berbagai upaya, seperti penguatan cyber security melalui tubuh TNI, sehingga TNI dalam kepemimpinan Jendral Andika Perkasa dapat memberikan kemajuan dan dapat memberikan kontribusi dalam sektor pertahanan dan keamanan negara demi menjaga kedaulatan dan kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” katanya.
“Selamat untuk Bapak Jendral Andika Perkasa atas amanah baru sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia pada periode ini. Semoga dapat menjalankan amanah dan menghadapi tantangan yang akan dihadapi TNI ke depannya,” pungkasnya. (ads)





































