Kanalnews.co, TUBAN- Arus mudik kendaraan yang akan melintas di jalur pantura Kabupaten Tuban, diprediksi akan mengalami peristiwa. Dinas Perhubungan Tuban pun telah menyiapkan strategi untuk memberikan kenyamanan dan kinerja bagi pemmudik.

“Tuban rencananya akan mendukung 4 posko, untuk para pemudik,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Tuban, Yuli Imam Isdarmawan.

Adapun Posko empat yang akan disiapkan meliputi, Posko Bancar, Posko Rest Area, Posko Pantai Boom dan Posko Pantai Kelapa dengan leading sector dari kepolisian, Polres Tuban.

Imam menjelaskan, untuk jalur utama mudik Kabupaten Tuban, pemudik tetap menggunakan jalur nasional Pantura dan jalur provinsi (Pakah-Soko-Ponco-Jatirogo), dengan jalur alternatif Bulu-Jatirogo, Jojogan-Montong-Merakurak-Jenu dan wilayah Rengel-Grabagan-Tuban.

“Jalur utama dan alternatif Insya Allah aman untuk digunakan karena kondisinya cukup baik. Namun begitu tetap hati-hati saat berkendara,” jelas Imam.

Lebih lanjut, meskipun Tuban sudah memiliki Jalur lingkar Selatan (Ring Road), namun kendaraan pemudik tidak disarankan melalui jalur tersebut. Sebab jalur tersebut belum selesai pengerjaan dan belum layak untuk dilalui kendaraan pemudik.

“Nanti jalur lingkar hanya akan digunakan jika jalur yang ada di kota benar-benar sudah macet,” papar Imam.

Sementara itu, puncak arus mudik yang akan melintas di Kabupaten Tuban diprediksi akan terjadi pada H-2 dan H-1.  Hal itu berdasarkan kondisi arus mudik dua tahun lalu sebelum larangan mudik akibat pandemi. 

“Nanti di posko bancar akan disediakan traffic counting utk menghitung kendaraan yang keluar masuk Tuban mas,” imbuh Imam.

Sementara itu, pantauan di jalur pantura Tuban, sejumlah penggendara kendaraan mengaku sebagai pemudik berencana pulang ke kampung halaman. Mereka memilih pulang kampung lebih awal karena mendapatkan libur cukup panjang dari tempat kerja.

Rata-rata mereka adalah pedagang makanan yang membuka usaha di kota besar. Selain itu, alasan lainnya karena mereka ingin menghabiskan waktu selama Ramadan hingga idul fitri di rumah bersama keluarga.

“Juragan saya pulang kampung ke Brebes mas, ini warung di Jakarta juga sudah tutup sejak tiga hari lalu. Jadi memilih pulang juga dari nganggur disana,” Amintohari, pemudik yang mengaku akan pulang ke Lamongan. ( LH )