Foto dok ist

 

Kanalnews.co, BANTUL- Fakta baru terungkap dalam kasus balita ACB (3) yang ditemukan warga dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut tertutup lakban di sebuah kontrakan di Pleret, Bantul. Polisi menyebut ibu kandung korban, TKS (25), mengakui sendiri perbuatannya saat menjalani pemeriksaan.

Dalam keterangannya kepada penyidik, TKS mengaku sengaja membatasi gerak anaknya sebelum pergi meninggalkan rumah. Alasannya, ia ingin keluar sejenak untuk menghilangkan rasa lelah setelah berbulan-bulan mengurus anak tanpa pendampingan suami.

Polisi mengungkap, TKS merasa kelelahan karena harus mengasuh anak seorang diri. Sang suami diketahui bekerja sebagai sopir di Jakarta dan hanya pulang ke rumah sekitar satu kali dalam sebulan.

“Pelaku dalam hal ini ibu kandung korban melakban anak dengan tujuan untuk refreshing jalan-jalan melepas penat yang selama ini dirasa lelahnya mengasuh anak sendirian,” kata Rita dalam keterangannya, Rabu malam.

Meski demikian, penyidik menilai pelaku tidak mempertimbangkan bahaya yang bisa mengancam keselamatan anaknya akibat tindakan tersebut. Pengakuan itu kini menjadi salah satu fokus pendalaman aparat kepolisian.

Kasus ini sebelumnya membuat geger warga Pleret setelah suara tangisan anak kecil terdengar dari dalam sebuah rumah kontrakan pada Senin (1/6) malam.

Sejumlah warga yang curiga kemudian mengecek lokasi dan menemukan ACB dalam kondisi memprihatinkan.

Balita itu ditemukan dengan tangan dan kaki terikat menggunakan lakban serta kain, sementara mulutnya tertutup plester. Kondisinya saat itu tampak lemas sehingga langsung mendapat pertolongan.

Di sisi lain, ayah korban Ridho Fahriza menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul akibat peristiwa tersebut. Keluarga juga menyebut TKS diduga mengalami tekanan psikologis akibat kelelahan mengurus anak sendirian dan menjalani peran sebagai ibu muda.

Saat ini, ACB dilaporkan dalam keadaan sehat dan berada di bawah perawatan keluarga dari pihak ayah di Gunungkidul. Sementara polisi masih terus mendalami kasus yang menyita perhatian publik tersebut. (ads)