Ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Leani Ratri Oktila layak menyandang ratu para badminton Indonesia usai menyumbangkan 3 medali di Paralimpiade Tokyo 2020. Namun dibalik prestasinya, ternyata Ratri memiliki ‘ritual’
khusus yang ia lakukan sebelum pertandingan, apa itu?

Ratri sukses menorehkan 3 medali, 3 emas dan satu perak. Ia selama dua tahun berturut-turut yakni 2018 dan 2019 dinobatkan sebagai Atlet Para Badminton Putri Terbaik oleh BWF (Federasi Badminton Dunia).

Perjuangan Ratri sampai bisa di puncak prestasi sekarang tidaklah mudah. Terlahir normal dan bermain badminton sejak usia 8 tahun, namun pada bulan Februari 2011 Ratri mengalami kecelakaan motor.

Kecelakaan itu menyebabkan kaki kiri dan tangan kanannya patah. Ia divonis mengalami gangguan permanen. Kaki kirinya sekarang lebih pendek 11 sentimeter daripada kaki kanannya. Kondisi itu membuat Ratri masuk kategori SL4.

Dibalik kemahirannya bermain bulutangkis, Ratri kerap membawa bendera Merah Putih yang ia simpan di dalam tasnya kemanapun dia bertanding.

Kebiasaan tersebut dilakukannya sebagai motivasi agar mampu mengibarkan bendera Merah Putih itu di podium tertinggi pertandingan yang diikutinya.

Usut punya usut, kebiasaan membawa bendera Merah Putih itu diajarkan oleh ayahnya yang bernama F. Mujiran sejak Ratri masih belia.

Ratri pun tergolong atlet yang displin dan pekerja keras, setiap latihan pun dia selalu datang tepat waktu dan sering menambah porsi latihanya sendiri.

“Saya berani melawan rasa jenuh dan malas agar bisa menjadi atlet yang berprestasi,” ujar Ratri. (ads)