Kanalnews.co-JAKARTA- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan respons terkait dugaan adanya kebocoran data pada aplikasi PeduliLindungi. Mereka menilai ada banyak informasi yang rancu dan cenderung hoaks di masyarakat terkait beberapa kejadian berbeda yang tak terkait namun memiliki hubungan dengan PeduliLindungi.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dokter Siti Nadia Tarmizi, sejauh ini tak ada kebocoran data tersebut. Dia menjelaskan, rumor yang berkembang di tengah masyarakat saat ini terkait aplikasi tersebut memang cukup banyak.

Salah satunya ialah penyalahgunaan data vaksinasi Presiden Joko Widodo. Nadia memastikan, tidak ada bukti kebocoran data pribadi di aplikasi PeduliLindungi. Dia malah menilai, ada pihak tertentu yang memiliki informasi NIK dan tanggal vaksinasi Covid-19 presiden dan kemudian digunakan untuk mengakses sertifikat vaksinasi milik presiden.

“Jadi ini murni penyalahgunaan identitas orang lain untuk mengakses informasi pihak yang tidak terkait. Bukan kebocoran data,” ungkap perempuan yang akrab disapa Dokter Nadia tersebut.

Karena itulah, dia mengimbau masyarakat tetap menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena data pribadi seluruh masyarakat Indonesia dijamin aman sesuai undang-undang yang berlaku. Selain itu, aplikasi PeduliLindungi juga telah melewati proses IT security assessment yang ketat oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kemudian, ada rumor lain seperti dugaan jual beli sertifikat vaksin illegal yang terkoneksi dengan sistem PCare dan aplikasi PeduliLindungi. Tetapi, setelah investigasi dilakukan Polda Metro Jaya, terjawab bahwa pelaku menyalahgunakan wewenangnya.

Sebagai staf tata usaha di salah satu kantor kelurahan di Jakarta, oknum staf itu mengakses ke sistem aplikasi PCare. Sehingga dapat membuat sertifikat vaksin dan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi, tanpa melalui prosedur yang benar dan tanpa perlu melakukan vaksinasi.

“Kami sangat mengapresiasi pihak Polda Metro Jaya yang telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembuat dan penjual sertifikat vaksin COVID-19 ilegal yang terkoneksi dengan PeduliLindungi,” tegas dia. (mud)