Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Brigjen TNI Yudianto Putrajaya, S.E., M.M. resmi menyandang pangkat Jenderal bintang satu TNI AD. Namun untuk mencapainya tak mudah bagi Brigjen Putra karena semua membutuhkan kerja keras dan komitmen.

Prosesi kenaikan pangkat Danrem 102 Panju Panjung ini dikukuhkan langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam Upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi (Pati) TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (13/10/2021).

Brigjen TNI Yudianto Putrajaya, S.E., M.M. adalah pria kelahiran Menado keturunan Jawa tahun 1970 ini merupakan lulusan Akmil 1993 kecabangan Infantri. Perjalanan awal ia mulai di satuan Kopassus.

Dari Danunit, Danton, Danki, Kasi, Wadan, Komandan sekolah PARA sampai dengan Danyon 21 Group-1 Kopassus pada Tahun 2009 setelah itu menjabat Pabandya Binkar Spers Kopassus. Total ia bertugas di Kopasuss selama 17 tahun.

Lalu, pada tahun 2010 Brigjen Putra mendapat kepercayaan memimpin Kodim 1309/Manado sampai Tahun 2011. Selepas menjabat Dandim, ia melanjutkan pengabdiaan di satuan Kostrad dengan jabatan Waaspers Kasdif-1/Kostrad, Waaspers Kas Kostrad, Aspers Kasdif-1/Kostrad sampai tahun 2014.

Setelah mengabdikan diri di satuan Kostrad dilanjutkan dengan mengemban jabatan di Kodam Jaya sebagai Aspers Kasdam Jaya. Selanjutnya, ia kembali menjabat di satuan Kostrad sebagai Aspers Kaskostrad pada tahun 2015.

Pada tahun 2017, Brigjen Putrajaya mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Korem 101/Antasari di Kalimantan Selatan dan terus berkiprah menggelorakan MARWAH TERITORIAL dengan motto “Bergerak” (Berjuang Gelorakan Rakyat).

Momen spesial pun ia rasakan saat menjabat Danrem 101/Antasari, yaitu ketika bertepatan dengan pelaksanaan Hari Pangan Sedunia yang dilaksanakan di bumi Antasari. Ini menjadi tantangan baginya dalam menyukseskan agenda yang berskala internasional tersebut.

Namun berkat kerja keras, sinergi yang baik dengan pemerintah setempat dan dukungan dari semua komponen masyarakat HPS dapat diselesaikan dengan baik dan berhasil. Pada tahun 2018 kembali mendapatkan amanah untuk mengabdikan diri di Mabesad sebagai Paban V/Bakti TNI Sterad dan akhirnya pada bulan September 2021 mendapat promosi menjadi Danrem tipe A di Korem 102/Pjg Kalimantan Tengah.

Selain itu, Brigjen Putra sudah beberapa kali melaksanakan berbagai penugasan operasi militer. Di antara lain di Timor Timur tahun 1996, di Irian Jaya 1998 dan di Aceh 2006.

Pendidikan militernya selain Akmil, juga telah menjalani berbagai macam kursus atau pendidikan antara lain: Sussarcab 1994, Selapa 2002, Seskoad tahun 2007, dan akhir dari semua pendidikannya pada tahun 2020 mengikuti Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) di Lemhannas angkatan LXI.

Terlepas dari sosoknya yang tegas di lapangan dalam menjalankan tugas, pria yang akrab disapa Pak Putra itu memiliki sisi lain. Ia tetap ramah, sederhana dan mengayomi terhadap anak buahnya. Bahkan komitmen dan dedikasi Brigjen Putra di institusi TNI AD tak perlu diragukan lagi.

Tak hanya itu, ia juga dekat dan akrab dengan berbagai macam tokoh masyarakat, pejabat Kementerian/LPNK untuk selalu menjaga sinergitas TNI dengan semua komponen bangsa untuk membantu akselerasi pembangunan di daerah dan dalam mengatasi kesulitan masyarakat. Ini sesuai dengan motto yang diterapkannya saat ini yaitu: Korem 102 Panju Panjung BERKAH yang artinya Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis.

Namun di balik kesuksesan Brigjen Putra, ada sosok istri yang selalu setia dan berdoa untuk sang suami. Dia adalah Ibu Siti Sadiyah yang selalu menemani dan mensupport dalam menjalani tugas.

Dari pernikahannya, Brigjen Putra kini dikarunia 3 orang putra/putri Adinda Putri Ramdhani, Dyfriq Akbar Adyahtra dan Adinda Putri Maulidya. (ads)