Kanalnews.co, JAKARTA– PAN menepis dugaan PDIP yang menyebut kubu pengusung Prabowo Subianto melakukan pembajakan usai Budiman Sudjatmiko memilih mendukung capres Prabowo. Semua dilakukan tanpa pemaksaan.

“Tidak ada gerakan pembajakan yang dilakukan oleh tim capres Prabowo terhadap siapapun. Tidak ada paksaan, tekanan, maupun intimidasi untuk mendukung kemenangan Pak Prabowo di pilpres 2024,” kata Waketum PAN Viva Yoga.

Ia menegaskan koalisi Prabowo menjunjung tinggi nilai demokrasi. Oleh karena itu, Pilpres bakal dijadikan sebagai sarana persaingan sehat.

“Semua individu, kelompok masyarakat, atau partai politik yang mendukung Pak Prabowo dilakukan secara sukarela dan ikhlas. Lagi pula tim capres Prabowo dalam melakukan kompetisi pilpres lebih mengedepankan nilai etis, moral, intelektual, menjaga ikatan persahabatan dan kebersamaan. Tidak ada politik memecah belah, devide at impera,” ujarnya.

“Pilpres adalah sarana kedaulatan rakyat yang setiap lima tahun sekali akan kita jumpai. Adanya perbedaan sikap dan pilihan politik tidak boleh merusak kohesivitas sosial dan integrasi nasional. Tidak boleh persaingan yang zero zum game. Tapi pilpres hanyalah pertandingan persahabatan saja,” katanya.

Terkait PDIP yang akan memberikan sanksi kepada Budiman, Viva enggan menanggapi. Ia menilai hal itu menjadi wewenang PDIP.

“Soal sikap Mas Budiman Sujatmiko yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP untuk mendukung Pak Prabowo, itu menjadi kewenangan dari PDIP untuk mengaturnya sesuai mekanisme organisasi. Kami tidak boleh ikut campur. Kami menghormati sikap partai politik lain,” katanya.

PDIP sebelumnya akan memutuskan sanksi terhadap Budiman lantaran memilih mendukung capres Prabowo. Ada dua pilihan sanksi, memilih mundur atau dipecat. (ads)