KANALNEWS.co, Jakarta – Mengawali tahun fiskal 2012, PT Garuda Mataram Motor (GMM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Volkswagen (VW) di Indonesia meluncurkan MPV (Multi Purpose Vehicle) Premium andalannya yakni New VW Caravelle. Mobil ini ditujukan bagi para pengusaha yang memegang teguh prinsip  “time is money” yang tentunya  tak akan rela kehilangan waktu hanya karena jalanan macet. Karena New Caravelle ini menawarkan ruangan kabin yang luas serasa di ruang konferensi mini.

“Mobil ini seperti moving conference room dan serasa di limousine. Sehingga segala aktivitas bekerja  atau meeting kecil bisa dilakukan di mobil ini,” kata Technical & Trainer Manager PT. GMM, Eko Yulianto dalam presentasinya saat peluncuran New Caravelle di amarone Cafe, Grand Kemang Hotel, Jakarta, Rabu (11/4).

Seperti model sebelumnya, Caravelle terbaru hadir dalam dua pilihan bodi, yaitu sasis panjang (long chasis) dan sasis pendek (short chasis). Untuk Caravelle versi bodi panjang (long wheelbase/LWB) dengan total 5,290 meter.

Di dalam ruangan kabin penumpang itu, Caravelle generasi ke-enam itu menawarkan jok yang bisa digeser dan diputar 360 derajat saling berhadapan yang dapat membuat proses meeting bisnis berlangsung lebih fokus. Apalagi mobil ini juga dilengkapi meja bisnis mungil yang bisa dilipat dan disimpan di dalam kabin penumpang dan bahkan dapat digeser maju mundur dengan mudah. Untuk menjaga privasi dengan penumpang depan dibatasi dengan sekat kaca.

“Dengan demikian jika ada konsumen kami yang butuh ruang privasi untuk melakukan transaksi bisnis, bisa lebih nyaman. Selain itu monitor yang besar juga kami lengkapi dengan car entertaiment termasuk sisitem karaoke sehingga bisa jadi hiburan mewah untuk keluarga,” tambah CEO GMM Andrew Nasuri.

Usai urusan bisnis, para penumpang juga bisa menikmati fasilitas hiburan berupa in-car-entertainment. Dengan layar TV LCD berukuran 19 inci yang dapat disembunyikan ke dalam ‘sarang’nya, perangkat hiburan ini mampu memutar keping CD, DVD bahkan fasilitas karaoke. Sistem tata suara 5.1 nya membuat alunan suara lagu maupun tayangan film menjadi lebih hidup layaknya di gedung bioskop.

Bagi yang ingin berpergian untuk membawa keluarga, mobil ini juga dilengkapi tempat duduk khusus anak-anak. Bahkan seluruh sandaran jok dapat direbahkan sehingga dapat difungsikan sebagai tempat tidur yang nyaman tanpa perlu mengorbankan ruang bagasi terlalu banyak.

Sedangkan untuk Caravelle versi bodi pendek (short wheelbase/SWB) memiliki panjang total 4,890 meter. Bangku-bangku depannya juga dapat diputar dan digeser dengan mudah seperti pada versi LWB. Bedanya, varian SWB memiliki fitur child seat yang terintegrasi yang dapat diaktivasi dengan cara mengangkat bagian tengah jok.

Baik Caravelle versi SWB maupun LWB dibekali dengan mesin diesel 2.0 liter BiTDI Bi-Turbo Common Rail Direct Injection ramah lingkungan yang canggih bertenaga maksimum 180 hp pada 4.000 rpm dengan torsi 400 Nm pada 2.000 rpm. Kendaraan berpenggerak roda depan ini dilengkapi transmisi 7-speed direct shift gearbox (DSG) yang dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis dengan karakter yang sangat halus dan bertenaga, namun efisien dalam mengonsumsi bahan bakar.

Eko mengatakan, mesin diesel yang digunakan oleh New Caravelle merupakan standar Euro 3 yang khusus digunakan untuk pangsa pasar di Indonesia sehingga aman mengonsumsi solar Pertamina Dex, Shell Diesel dan Total Peformance Diesel. “Tapi jika kondisi tidak memungkinkan, misalnya di luar kota yang sulit mendapatkan bahan bakar tersebut, ia tetap aman mengonsumsi solar biasa,” ujar Andrew Nasuri menimpali penjelasan Eko.

Seperti mobil Eropa pada umumnya, Caravelle yang menjadi pesaing Toyota Alphard, Nissan Elgrand dan Mercedes Benz V Class ini dilengkapi dengan sederet sistem keselamatan canggih di antaranya, Electronic Stabilisation-Programme (ESP) dan sejumlah airbag lengkap yang tersebar di seantero kabinnya yang lapang.

Andrew menambahkan, pangsa pasar MPV Premium di Indonesia sendiri selama ini terbilang cukup menggairahkan dan berkembang dengan subur. Manajemen PT GMM sendiri sangat yakin produknya ini diterima konsumen dan  akan habis seperti model sebelumnya. Pihak GMM sendiri berencana akan meminta tambahan pasokan terhadap produknya ini.

“Pemain MPV Premium masih kecil, sementara permintaan sangat tinggi. Sayang, kendala kita di alokasi pasokan dari prinsipal. Kita mendapatkan jatah dari pincipal baik sasis panjang dan pendek masing-masing cuma 50 unit sampai akhir tahun. Sementara pemesanan sendiri sudah mencapai 30 unit,” ujar Andrew.

MPV kelahiran Jerman ini varian LWB dijual dengan harga Rp1,098 miliar sedangkan varian SWB dilego Rp998 juta yang seluruhnya dalam kondisi off the road untuk wilayah DKI Jakarta.  Ranoe Nirawan