KANAALNEWS.co, Jakarta – Setelah beberapa hari lalu menghadap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora),Andi Malarangeng, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin Rabu (11/4) giliran menghadap Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono di kantor Menko Kesra, Jakarta.
Agung Laksono, mendukung langkah PSSI pimpinan Djohar mengenai program-program PSSI kedepan, khususnya di daerah sesuai yang diharapkan. “Kami sangat mendukung program PSSI pimpinan pak Djohar ini agar perkembangan sepak bola di daerah juga dapat berkembang secara merata,” ujar Agung Laksono usai menerima pengurus PSSI.
Agung mengatakan, mudah-mudahan ke depan dengan jadwal pertandingan yang ketat, fasilitas lapangan dapat ditambah dengan adanya para pemimpin daerah yang baru. “Semoga pemerintah daerah setempat juga dapat mencari solusi terhadap persoalan PSSI mengenai kurangnya fasilitas lapangan yang bertaraf Internasional,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Agung Laksono juga meminta sekat atau perbedaan dalam pengelolaan sepakbola nasional bisa dihilangkan. Dia juga meminta dualisme kompetisi sepakbola nasional yang terjadi saat ini bisa diselesaikan. Karena hal terpenting bagi sepakbola Indonesia saat ini adalah melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan prestasi dengan menyelesaikan persoalan yang terjadi.
“Hilangkan perbedaan-perbedaan, bahkan jika dua liga bisa diselesaikan oleh pengurus, sehingga semua dapat bersatu. Semua anak-anak bangsa yang tampil dengan baik bisa memperkuat timnas yang telah menurun prestasinya akhir-akhir ini,” kata Agung.
Menurut Agung, PSSI selama ini sudah menyelesaikan langkah-langkah yang telah dicapai untuk tingkatkan prestasi dengan menyelesaikan persoalan yang ada. “Terlebih dengan adanya pengakuan dari FIFA (Federasi Sepak bola Dunia), AFC (Konfederasi Sepak bola Asia) dan juga adanya putusan dari CAS (Pengadilan Arbitrase Internasional untuk Olahraga) sudah merupakan sinyal positif bagi PSSI untuk mengembangkan sepak bola Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, kembali menegaskan bahwa pemain dari kompetisi ISL sudah diakui PSSI untuk dapat memperkuat timnas. “Putra-putra potensial yang ada di ISL dapat membela negara dalam timnas,” ujar Djohar dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, PSSI akan terus berkoomunkiasi dengan tim Task Force AFC dengan mengirim surat resmi mengenai pemanggilan pemain untuk timnas Indonesia dari klub yang selama ini berkompetisi di luar PSSI. “Diharapkan proses islah dapat terus berjalan, sehingga tidak ada ada lagi sanksi dari FIFA,” kata dia.
Ditambahkan Djohar, PSSI sudah menginginkan perdamaian, agar timnas bisa utuh. PSSI juga mengharapkan pemain jangan dikorbankan karena perselisihan. “Jadi beri kesempatan kepada pemain-pemain potensial. Karena event kedepan yang padat termasuk Pra-piala Asia 2013,” ujar Djohar. Ranoe Nirawan






































