KANALNEWS.co, Jakarta – Alfred Riedl akan resmi kembali menjadi pelatih timnas Indonesia senior bentukan PSSI versi Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI). Kepastian mantan pelatih timnas Indonesia era PSSI pimpinan NurdinHalid untuk menjadi pelatih timnas  Indonesia PSSI-KPSI masih menunggu hasil putusan rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di bawah komando La Nyalla Mattalitti yang rencananya akan dilakukan Jumat (13/4).

“Memang secara legal formal masih belum. Rencananya Jumat besok kita akan melakukan rapat Exco. Di sana akan diputuskan, apakah Riedl akan menandatangani kontrak baru atau hanya melanjutkan kontrak sebelumnya. Tetapi kami sudah bersepakat menjalin kerjasama untuk membentuk timnas yang tangguh. Nanti akan dibicarakan seperti apa poin-poinnya,,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI versi KPSI Rahim Soekasah, di kantor KPSI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4) petang kemarin.

Rahim menjelaskan bahwa nantinya Riedl akan menyiapkan timnas yang akan diturunkan di ajang Piala AFF yang akan digelar di Malaysia dan Thailand pada akhir tahun ini. Meski belum membentuk kerangka tim, Riedl sudah dibebani tugas berat, yaitu mengantarkan Indonesia menjadi juara Piala AFF. “Kalau Piala AFF lalu kita lolos ke final, tahun ini harus menjadi juara. Kami serahkan sepenuhnya kepada pelatih,” kata Rahim.

Pada saat bersamaan, Riedl juga diperkenalkan kembali di hadapan media. Riedl sendiri mengaku siap jika nantinya ia ditunjuk kembali menangani timnas Indonesia. “Terima kasih kepada pihak yang sudah mempercayai saya, dan memberi sambutan hangat. Mungkin tidak semua orang senang dengan kedatangan saya,” kata Riedl.

Menurutnya kehadirannya di sini tak lain karena undangan pertemanan yang terjalin antara dirinya dan pengurus PSSI kubu La Nyalla yang mengundangnya. “Saya datang karena undangan bersahabat dari sini (PSSI versi La Nyalla). Dan sejauh ini belum ada pembicaraan kontrak. Pembicaraan soal kontrak yang saya tahu akan dibicarakan oleh Exco hari Jumat,” ujarnya

Pelatih berusia 62 tahun ini mengaku siap membentuk timnas dengan bermaterikan pemain-pemain terbaik di Indonesia. Riedl akan segera membuat program yang salah satunya berisi tentang rencana untuk timnas yang akan dipegangnya.

“Dalam rencana, saya akan memanggil semua pemain dari Indonesia. Dalam memilih pemain, saya tidak akan diskriminasi. Tentunya yang terbaik yang dimiliki negeri ini. Termasuk juga pemain yang merumput di kompetisi Indonesia Primer League (IPL). Pemain muda juga akan saya panggil. Mereka punya hak untuk memperkuat timnas,” kata pelatih asal Austria itu.

Dirinya juga tidak ambil pusing dengan adanya dualisme sepak bola Indonesia, mulai dualisme kompetisi, kepengurusan hingga timnas. “Saya tidak ada masalah dengan persoalan itu. Saya hanya terikat dengan kontrak untuk melatih timnas PSSI. Tidak ada urusannya dengan perselisihan,” ujar Riedl

Kehadiran Riedl di PSSI KPSI seolah menjilat ludahnya sendiri. Padahal sebelumnya dirinya selalu menolak mentah-mentah untuk memanggil pemain breakaway league ketika menangani Timnas Indonesia lalu. Saat itu Riedl beralasan peraturan FIFA tidak memperbolehkan pemain dari liga ilegal bermain untuk timnas.

Namun saat disinggung soal itu, pelatih asal Austria ini beralasan dirinya tidak memanggil pemain break away saat melawan Turkmenistan karena masalah keterbatasan waktu. “Saat itu saya masih ingin memanggil pemain LPI untuk melawan Turkmenistan, tapi saat itu waktu terbatas. Tapi setelah itu saya ingin tetap memanggil mereka,” ujarnya. Ranoe Nirawan