KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan dukungannya kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk melaksanakan ajang Raimuna Nasional (Rainas) 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur Jambore Jakarta Timur pada Agustus mendatang.
Secara tegas Imam mengatakan akan segera mencairkan anggaran Raimuna nasional 2017 sebesar Rp10 miliar untuk mensukseskan ajang pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam bentuk perkemahan besar itu meski Ketua Umum Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault tersangkut dengan ormas yang bertentangan dengan Pancasila sebaga dasar negara.
“Saya ingin acara Raimuna itu tetap sukses dan bisa berjalan dengan baik. Acara itu harus menjadi kawah candradimuka, niat dan ikrar untuk menjadi manusia Pancasila. Anggaran Raimuna 2017 sebesar Rp10 miliar akan segera kami cairkan. Kita berharap ini sebagai dukungan pemerintah untuk mensukseskan Raimuna 2017,” kata Menpora kepada wartawan di Media Center Kemenpora Jakarta, Jumat (28/7/2017).
Menpora yang didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, dan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Imam Gunawan menambahkan terkait dengan pramuka, sebagai wakil pemerintah tentunya pihaknya melakukan pendalaman tentang isu yang berkembang saat ini utamanya setelah diberlakukannya Perppu Ormas untuk menghindari berkembangnya ormas dengan faham yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Setelah mendengar, membaca dan mendalami tentang isu yang berkembang terakhir bahwa pemerintah menaruh konsen yang luar biasa, terutama Kemenpora sangat konsen terhadap pembinaan organisasi kepemudaan dan pramuka. Pemerintah sudah melakukan langkah-langkah dan upaya untuk betul-betul selektif dan hati-hati menyesuaikan dengan mekanisme yang sedang dirancang baik dengan individu atau organisasi kemasyarakatan yang bertentangan dengan Pancasila. Pemerintah harus memilih dan memilah mana yang terkait inividu sama oraganisasi,” kata Menpora.
Selain itu, Menpora mengatakan masalah individu maupun unsur-unsur vital di dalam ormas yang memungkinkan anti pancasila tentunya pihaknya akan mengembalikan pada mekanisme yang ada dengan melakukan kerja sama dengan Kementerian dan Lembaga terkait lainnya dan tentang individu di pramuka tentunya akan kita kembalikan pada mekanisme dalam pramuka sendiri, mereka punya aturan dan AD/ART sendiri,” tambahnya.
“Jangan khawatir saya Menpora juga selaku anggota pembina Kwarnas juga belum pernah mendapat laporan. Kepada seluruh anggota pramuka di tanah air, jangan khawatir, ayo mari kita sama-sama selamatkan Pramuka Indonesia dari nilai-nilai yang meruntuhkan kita dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).





































