KANALNEWS.co, Jakarta – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian membenarkan adanya perintah menarik atau Bantuan Kendali Operasi (BKO) satuan Brigade Mobil (Brimob) dari daerah lain ke Jakarta.
Hal itu dijelakan oleh Kapolri saat menghadiri parade menjelang Sidang Umum Interpol ke-85, di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat.
“Satuan Brimob luar wilayah (Jakarta) kami tarik untuk amankan (unjuk rasa pada Jumat (4/10) mendatang,” jelas Tito di Jakarta, Minggu (30/10/2016).
Unjuk rasa itu rencananya dilakukan oleh sejumlah organisasi massa Islam yang menuntut polisi untuk menangkap Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap telah melecehkan agama Islam setelah memberikan komentar terkait surat Al-Maidah saat kunjungannya ke Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.
Meski mengkonsolidasikan pasukan Brimob ke Jakarta, namun Tito mengaku belum mengetahui betul jumlah peserta unjuk rasa tersebut. “Kami sedang hitung, yang akan mengamankan juga dihitung. Intinya soal pelaksanaan yang harus tertib, dan jangan anarkis,” ujarnya lebih lanjut
Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menyatakan, telah menyiapkan sebanyak 7 ribu personel gabungan polisi dan TNI untuk mengawal demo yang dilakukan setelah ibdah sholat Jumat itu.
Kabar penambahan aparat dari daerah pun diperkuat dengan beredarnya surat telegram Kapolri bernomor STR/779/X/2016, pada 27 Oktober lalu. Telegram itu berisi instruksi Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob daerah, untuk peningkatan keamanan DKI, menjelang unjuk rasa tersebut.
Dalam telegram itu, tercantum instruksi terhadap 28 kompi atau sekitar 2.000 personel Brimob dari berbagai Polda, yang ditarik untuk pengamanan Jakarta. (Herwan)








































