
Kanalnews.co, JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya buka suara menanggapi kritik yang mengarah pada intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Ia mengklaim segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Prabowo.
Teddy menjelaskan, isu pembiayaan lawatan Presiden ke berbagai negara sebenarnya sudah beberapa kali diterangkan pemerintah. Ia menegaskan negara hanya menanggung biaya sesuai porsi yang telah dianggarkan, sementara seluruh pengeluaran tambahan menjadi tanggung jawab pribadi Prabowo.
“Jadi yang pertama, masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” ujar Teddy.
Tak hanya soal biaya, Teddy juga membantah anggapan rombongan Presiden saat kunjungan luar negeri terlalu besar. Menurutnya, jumlah delegasi kini telah dipangkas drastis dibanding periode sebelumnya.
“Kalau dulu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” ujar Teddy.
Pernyataan itu muncul setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyoroti frekuensi kunjungan luar negeri Presiden yang dinilai terlalu sering dan berpotensi membebani anggaran negara.
Kritik tersebut ramai diperbincangkan karena muncul di tengah tuntutan efisiensi belanja pemerintah.
Teddy juga menepis tudingan agenda lawatan Presiden dilakukan secara mendadak tanpa perencanaan. Ia menegaskan, situasi geopolitik dunia yang terus berubah membuat pemerintah harus bergerak fleksibel.
“Perkembangan dunia global itu sangat dinamis. Ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya.
Lebih jauh, Teddy menyebut tingginya aktivitas diplomasi Prabowo merupakan bagian dari strategi membangun hubungan personal dengan para pemimpin dunia. Menurutnya, hubungan yang kuat antarpemimpin negara tidak bisa dibangun hanya saat krisis terjadi.
“Kita harus panen hubungan yang baik. Bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya,” kata Teddy. (ads)




































