
Kanalnews.co, JAKARTA- Program Makan Bergizi Gratis yang telah serentak digelar belum sepenuhnya dilakukan di sejumlah daerah. Salah satunya Kota Solo, Jawa Tengah, dan Provinsi DI Yogyakarta.
Padahal kota Solo merupakan daerah asal wakil presiden Gibran Rakabuming Raka. Kabarnya, MBG di Solo baru mulai digelar pada 13 Januari.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono mengatakan pihaknya belum mendapat informasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai implementasi Makan Bergizi Gratis di Solo. Rencananya MBG akan dimulai di dua kecamatan.
“Sampai saat ini belum ada (koordinasi dari BGN),” kata Budi Murtono.
“Cuma tadi pagi saya mendapat info dari teman bahwa ada dua lokasi yang akan menjalankan, di Kecamatan Jebres dan Laweyan,” katanya.
Budi juga mengaku belum mengetahui sekolah mana saja yang menjadi sasaran. Bahkan informasi mengenai dapur atau SPPG masih minim.
“Informasinya kan satu SPPG itu 3 ribu siswa. Tiga ribu itu di sekolah mana saja yang akan disasar, sampai saat ini belum ada (informasi),” katanya.
Meski begitu, Pemkot Solo terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Budi tak masalah MBG ditangani langsung oleh SPPG.
“Kita enggak diam saja. Dengan ada informasi ini kita coba koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Intinya kita mendukung,” kata Budi.
“Kalau memang langsung dari BGN menyerahkan ke SPPG, ndak apa-apa. Tapi intinya Pemkot akan men-support kegiatan ini,” lanjutnya.
Begitu pula di Yogyakarta, MBG belum dilaksanakan. Padahal, DIY diumumkan masuk ke dalam 26 provinsi pelaksana program yang dimulai secara serentak pada 6 Januaru di total 190 titik.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku, Pemda DIY belum menerima petunjuk teknis dan pelaksanaan (juklak-juknis) MBG ini, meski telah mengalokasikan Rp42 miliar melalui APBD 2025 untuk program yang menurutnya ditangani langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu, Pemda DIY belum berkoordinasi dengan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sleman, Bantul dan Gunungkidul yang ditunjuk BGN untuk mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah hari ini.
“Kami belum dapat info juga untuk itu, setahu kami masih pilot project sebelum-sebelum ini yang di Kulon Progo saja, tapi untuk per 6 Januari ini kami untuk DIY belum terinfokan secara detail datanya (pelaksanaan MBG) di mana saja,” katanya. (ads)


































