Foto dok Kemenpora

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Indonesia saat ini menempati posisi ketiga klasemen medali SEA Games 2021. Menpora RI Zainudin Amali menilai hasil ini sesuai harapan karena penerapan paradigma Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) mulai diterapkan.

“Pada saat SEA Games XXX di Filipina itu kan DBON-nya belum lahir. Sehingga cabang-cabang olahraga yang dikirim itu tidak melalui seleksi yang ketat oleh tim review. Nah sekarang ini cabang-cabang olahraga benar-benar diseleksi oleh tim review yang terdiri dari akademisi, praktisi, KONI dan KOI,” ujar Menpora Amali.

“Kita lihat hasilnya (perolehan medali) karena atlet-atlet yang dikirim adalah atlet yang sudah terseleksi dan direkomendasi oleh tim review, maka hasilnya pun tidak terlalu jauh dari perkiraan,” katanya.

Menurutnya, sejumlah cabang olahraga yang masuk di dalam DBON memang difokuskan karena target utamanya adalah prestasi di olimpiade. Dalam waktu dekat, ada Olimpiade Paris 2024 yang kualifikasinya akan segera dilakukan.

Dengan demikian, Menpora Amali berharap SEA Games 2021 ini menjadi ajang pemanasan menuju olimpiade.

“SEA Games ini kita jadikan sebagai sasaran antara saja. Namun demikian, karena atlet-atlet yang berangkat ke olimpiade persyaratannya harus seleksi. Maka kita harapkan ini menjadi ajang mereka untuk mempersiapkan diri untuk bisa ke kualifikasi Olimpiade Paris 2024,” katanya.

Menpora Amali menyebut hasil sementara yang dicapai cabang-cabang olahraga DBON sesuai harapan karena sudah memperlihatkan hasil yang baik dengan perolehan medali emas seperti Panahan, Wushu, Angkat Besi, Bulu Tangkis dan lainnya, beberapa cabor non DBON yang meraih medali.

“Kita berharap untuk SEA Games XXXI Vietnam ini, walaupun pengirimnan atletnya berkurang hampir setengah dari yang kita kirimkan. Jadi waktu di Filipina itu kita mengirimkan 841 atlet, sekarang hanya 499. Dan, kalau dilihat jumlah negara yang mengirimkan atlet kita di urutan nomor 5. Tetapi saya berharap walaupun kita memangkas hampir setengah tetapi hasilnya akan maksimal,” katanya.

Menpora Amali optimistis Indonesia bisa menambah perolehan emas di sejumlah cabang olahraga yang belum dipertandingkan sehingga rangking Indonesia bisa terus naik. Meski, jumlah atlet dikirimkan di Vietnam ini setengah dari yang dikirim di Vietnam.

Selain itu, pada SEA Games 2021 ini Indonesia harus kehilangan 30 medali emas yang didapatkan di Filipina 2019 lalu karena cabang olahraga dan nomor pertandingan tidak dipertandingkan.

“Ketiga, sejak lahir DBON, SEA Games kita tempatkan sebagai sasaran antara saja, memang ini butuh bersabar untuk melihat hasilnya, saya memahami bahwa ada sebagian dari kita menginginkan hasil yang instan. Tidak bisa, teorinya untuk menghasilkan prestasi seorang itu butuh waktu 10.000 jam atau 10 tahun untuk dia bisa ke tingkat elit,” ujarnya.

Dengan demikian, pada Juli 2022 nanti, Kemenpora melalui 10 sentra olahraga akan mulai merekrut siswa kelas 1 SMP dan akan difokuskan untuk melakukan latihan sesuai cabor DBON.

“Jangan berharap hasil jangka pendek, selama ini kita membina, mendapatkan hasil by accident, sekarang kita rubah, harus by design, prestasi harus dipabrik. Tidak ada prestasi yang dihasilkan dengan cara cara instan,” ungkapnya. (ads)