KANALNEWS.co, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan akan mengevaluasi penyelenggaraan The Association For International Sport for All atau Pesta Olahraga Rekreasi dan Tradisional Dunia, TAFISA Games 2016 yang berlangsung di Jakarta, 6-12 Oktober 2016.

“Tentu kami akan evaluasi semua penyelenggaraan, kegiatan dan dampak dari kegiatan ini. Mungkin ada hal-hal teknis yang tidak terpikir secara matang oleh penyelenggara sehingga TAFISA Games ini tidak diketahui masyarakat,” katanya usai Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Sebagai ajang olimpiada-nya olahraga rekreasi dan tradisional, menurut Menpora TAFISA Games 2016 seharusnya menjadi momentum bagi kebangkitan olahraga nasional, namun yang terjadi dilapangan malah sebaliknya, sosialisasi dan promosi serta publikasi yang sangat minim, membuat masyarakat Jakarta khususnya tidak mengetahui event TAFISA.

Menurut Menpora, salah satu penyebab kurangnya sosialisasi adalah anggaran yang langsung digelontorkan kepada panitia penyelenggara tanpa melibatkan kementerian.

“Kami sudah berbicara dengan Pimpinan Komisi X DPR RI, ini adalah risiko anggaran yang langsung digelontorkan kepada panitia penyelenggara. Dalam anggaran penyelenggaraan olahraga berikutnya, kami harus saling mengawasi dan mengevaluasi dengan keterlibatan tim Kemenpora,” kata Imam.

Sebelumnya, saat meninjau lokasi panggung utama acara pembukaan TAFISA Games di Pantai Karnaval Ancol, Jumat (7/10), Menpora mengakui sosialisasi TAFISA Games ke-6 sangat kurang sehingga sebagian masyarakat tidak mengetahui event internasional yang diikuti oleh 87 negara dan 27 Provinsi.

“Kita menjadi tuan rumah segenap olahraga tradisional dunia, ya kita butuh publikasi yang besar juga,” kata Menpora.

Selain kurangnya sosialisasi, sejumlah peserta olahraga dan permainan tradisional dari negara-negara Eropa dalam TAFISA Games 2016 juga mengeluhkan sepinya pameran yang mereka gelar.

Janji Panitia Penyelenggara TAFISA Games yang akan memberikan ribuan tiket gratis kepada penonton yang datang ke Taman Impian Jaya Ancol hanya isapan jempol belaka. Jangangkan pengunjung, media yang akan meliput juga diharuskan menggunakan id card dan gelang khusus yang disediakan panitia.

TAFISA Games yang digadang-gadang akan menjadi ajang pememecahan rekor dunia juga menjadi isapan jempol semata. Rekor memainkan Engrang yang saat ini dipegang oleh Belanda dan menari Zumba yang dipegang oleh Pilifina masih bertahan hingga kini.

Ajang TAFISA Games ke -6  digelar Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) yang diketuai oleh Hayono Isman, didukung oleh Kemenko PMK, Kemenpora, Kemenpar dan Kemeninfo.  (Herwan)