KANALNEWS.co, Jakarta- Sebagai langkah awal untuk melihat realitas olahraga nasional, Menpora RI, Imam Nahrawi mengunjungi GOR PB Djarum di Jati, Kudus, Jawa Tengah. Kegiatan blusukan tersebut merupakan yang pertama bagi Imam untuk hadir ke klub bulutangkis.

Selama blusukan Imam begitu terkesan dengan berbagai fasilitas yang ada. Ditemani Yoppy Rosimin Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, serta jajaran pengurus dan pelatih klub Djarum, politisi PKB ini sangat antusias berkeliling ke berbagai fasilitas yang tersedia di kompleks yang diresmikan pada tahun 2006 itu. Mulai dari Hall of Fame PB Djarum, ruang serbaguna, tempat latihan dengan 16 lapangan,.

“Dengan fasilitas yang sangat memadai, wajar kalau klub Djarum,  terus mampu melahirkan juara-juara dunia. Semoga ke depannya, klub ini mampu juga menghasilkan pemain hebat untuk bisa  membanggakan Indonesia. Saya sebut klub ini sebagai pioner perubahan bulutangkis Indonesia. Semoga bisa menjadi inspirasi kebangkitan prestasi olahraga kita, khususnya di cabang bulutangkis,” tambah Imam.

“Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan Djarum. Lewat kesempatan ini saya juga mengajak rekan-rekan perusahaan yang lain untuk ikut terlibat langsung dalam pembinaan olahraga di Indonesia. Keterlibatan perusahaan-perusahaan lewat CSR salah satunya bisa dengan menjadi bapak asuh. Karena kita semua memiliki tanggung jawab besar terhadap olahraga Indonesia,” tegas Imam.

Para pemain dibina, baik pada sentra pembinaan di Kudus maupun kemudian di Jakarta, telah ikut mengharumkan nama Indonesia. Dahulu bahkan saat Indonesia merebut Piala Thomas 1984 di Kuala Lumpur, Malaysia, dari delapan pemain yang memperkuat tim Merah-Putih, tujuh pemain di antaranya yaitu Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Hadibowo Sutanto, Christian Hadinata, Kartono, dan Heryanto berasal dari klub Djarum. Selain meninjau, Menpora juga menyaksikan partai final bulutangkis antar media, dan  memberikan piala untuk pemenang. (herwan)