KANALNEWS.co, surabaya – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengukuhkan 320 Kader Pemuda anti Narkoba yang berasal dari 13 kabupaten di Jawa Timur.
“Pemuda adalah pemangku peradaban masa depan, dan ditangan anak anak mudalah masa depan bangsa ini akan ditentukan. Anak muda menjadi agen perubahan yang dimulai dari lingkungan terkecil di sekitar kalian,” ujar Menpora saat acara pengukuhan yang didamping Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf di Gedung Negara Grahadi, Surabaya Jumat (22/7/2016) sore.
Kota Surabaya adalah kota kedua setelah Bandung Jawa Barat yang menjadi pusat pelatihan kader Pemuda Anti Narkoba. Pelatihan berikutnya adalah di Provinsi Jawa Tengah dan kota Semarang akan menjadi pusat pelatihan dan pengukuhan Kader Pemuda Anti Narkoba.
Menpora menegaskan, memerangi narkoba sama nilainya dengan berjihad atau berjuang untuk negara. Indonesia telah berada dalam situasi darurat narkoba dan perang terhadap narkoba.
“Ada suatu kekhawatiran terhadap masa depan anak-anak indonesia bahwa narkoba menjadi ancaman dan musuh yang serius terhadap masa depan anak-anak Indonesia,” tegas Menpora.
Tak lupa putra asli Madura itu juga meminta kepada seluruh peserta agar apa yang didapat dari pembekalan dapat dilaksanakan dengan baik serta mampu diaplikasikan di lingkungannya masing-masing.
“Kalian dapat menujukkan identitas sebagai pemuda anti narkoba yang dapat memberikan pengaruh positif kepada lingkungan,” ujar Imam.
Menpora berjanji program Pemuda Anti Narkoba akan terus digulirkan setiap tahunnya sehingga akan lebih banyak membantu Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian Republik Indonesia dalam memerangi narkoba.
Plt. Deputi Pemberdayaan Pemuda Adiati Noerdin dalam laporannya menyampaikan bahwa Program Pemuda Anti Narkoba menjadi salah satu program unggulan kepemudaan di tahun 2016. Dan sebagai rencana tindak lanjut kegiatan setelah dikukuhkan, Kader Pemuda Anti Narkoba juga akan mendapatkan pendampingan di lapangan untukĀ melakukan 3 tugas inti yaitu melakukan sosialisasi bahaya narkoba, melakukan pemetaan titik-titik rawan penggunaan dan peredaran narkoba serta membentuk satuan tugas anti narkoba dengan merekrut 25 anak-anak muda lainnya di desanya masing-masing.
Dari data BNN tercatat 50 orang meninggal dunia setiap harinya dan 18 ribu orang meninggal setiap tahun serta 4.5 juta orang harus direhabilitasi karena narkoba. Kerugian yang ditimbulkan akibat narkoba mencapai Rp63 triliun yang meliputi biaya pembelian narkoba, biaya pengobatan dan biaya rehabilitasi akibat narkoba.
Selama 2 hari pelatihan, para pemuda ini telah lolos test urine yang diadakan oleh BNN dan diberikan pembekalan seputar pengenalan terhadap bahaya narkoba dari berbagai sisi, meliputi kesehatan, akademis maupun spiritual dari tim-tim yang berasal dari BNN, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama maupun internal Kemenpora. Sementara dari sisi mental dan kesiapan bertugas sebagai kader, sejumlah motivator dan tim komunikasi handal juga dihadirkan dalam pelatihan. (Herwan)


































