KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi III Bidang Pemberdayaan Olahraga mengadakan gebyar museum olahraga nasional walk with Indonesia Olimpian pada 11 Desember. Acara ini digagas untuk lebih mendekatkan museum olahraga yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta mengakui di Indonesia keberadaan museum belum menjadi primadona belajar bagi masyarakat dan melalui kegiatan jalan bersama para atlit yang telah mengharumukan nama bangsa di ajang multi event dunia Olimpiadep pihaknya berharap masyarakat lebih mengenal dan mencintai museum.

“Kami ingin lebih memperkenalkan kepada masyarakat terkait eksistensi museum olahraga. Tak sekadar tontotan tapi juga memapu memberikan edukasi betapa hebatnya perjuangan atlet dan betapa kayanya olahraga di Indonesia. Museum akan menjadi jendela informasi, wahana edukasi dan komunikasi bagi penerus bangsa yang  akan melestarikan sejarah dan perjuangan olahraga Indonesia kepada anak cucu,” kata Isnanta kepada Media di Media Center Kemenpora Senayan Jakarta, Senin (5/12/2016).

Menurut Isnanta, museum olahraga sebagai unit pelaksana teknis dari Deputi III Kemenpora menyimpan berbagai sejarah kegiatan olahraga di tanah air, mulai dari PON, GANEFO, hingga Asian Games dan puncaknya adalah Olimpiade.

“Isi Museum Olahraga Nasional selain koleksi kenangan prestasi atlet masa lalu juga ada koleksi yang akan menjadi inspirasi atlet di masa mendatang yang akan menginspirasi generasi muda untuk menjadi calon-calon atlet di masa mendatang yang ada di Sekolah Kejuruan Olahraga (SKO), PPLP, atlet Pratama binaan Satlak PRIMA, mahasiswa, dan masyarakat umum,” kata Isnanta lebih lanjut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Museum Olahraga Nasional, Herman Chaniago yang mengaku bangga dengan kehadiran para atlet olimpiade Indonesia yang akan berjalan bersama dengan masyarakat luas dan ini adalah kesempatan langka atlet olimpiade berjalan bersama masyarakat.

“Kita menargetkan kegiatan ini diikuti lima ribu peserta, tentu kami merasa bangga dengan kehadiran atlet-atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade. Melalui museum ini kami ingin melestarikan sejarah dan perjuangan olahraga Indonesia kepada anak anak cucu kita,” kata Herman.

Museum Olahraga Nasional telah memperbaiki diri dari sisi koleksi foto, barang serta desain untuk mendongkrak pengunjung secara signifikan. Museum Olahraga yang berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan luas bangunan 3.000 meter persegi di kawasan TMII ini berada di bawah koordinasi Kemenpora. Koleksi benda yang dipamerkan di antaranya adalah medali, piagam/sertifikat, foto, kliping koran, alat olahraga, kaus, sepatu, ikat pinggang, baju, dan lain-lain yang berasal dari olahragawan, wartawan, pemerhati olahraga, dinas, Konida maupun KONI, dan Kemenpora.

Pada kesempatan itu, Ketua Asosiasi Olimpian Indonesia (IOC) Richard Sambera menjelaskan, untuk memeriahkan acara ini pihaknya akan mengundang 10 hingga 15 Olimpian. “Kami akan maksimalkan kegiatan ini menjadi bagian dari sebarkan visi dan misi bahwa prestasi tertinggi itu ya Olimpiade karena ini ajang tertinggi di dunia. AtletIndonesia harus tertuju ke sana,” ucapnya.

Acara ini nantinya dikemas semeriah mungkin. Selain jalan sehat dengan jarak 4,5 km juga ada meet and greet, dialog, olahraga komunitas, dan bazar, serta aksi sosial. Dengan jarak yang ditempuh sepanjang 4.5 km. Pihaknya berharap acara ini sambil mengenalkan lebih dekat TMII kepada masyarakat karena TMII merupakan pusat peradaban Indonesia. (Herwan)