KANALNEWS.co, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga berharap kegiatan Walk With Indonesia Olympian mampu meningkatkan kunjungan masyarakt ke Museum Olahrga Nasional yang terletak di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur.
Kegiatan yang melibatkan para atlet olimpiade yang tergabung dalam Asosiasi Olimpian Indonesia (Indonesia Olympians Association) seperti susi Susanti, Alan Budikusuma, Ricky Soebagja, Taufik Hidayat, Richard Sambera, Krisna Bayu dan legenda bulutangkis Rudy Hartono ini berlangsung meriah dan tanpa sungkan para atlet yang telah mengharumkan Indonesia di kancah internasional itu berbaur dengan masyarakat umum.
“Kami berharap kehadiran para atlet olimpiade Indonesia di Museum Olahraga dapat menggaungkan dan meningkatkan kunjungan ke museum,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta disela-sela jalan sehat di Museum Olaharaga Nasional, Minggu (11/12/2016).
Isnanta menyatakan kegiatan yang melibatkan puluhan olimpian Indonesia ini digagas sebagai bentuk penghargaan kepada pahlawan olahraga yang telah berhasil membanggakan Indonesia dengan meraih berbagai prestasi baik nasional dan internasional baik medali, trofi dan piala sudah tak terhitung jumlah yang dimiliki oleh para atlet.
Kedepannya Ia berharap museum juga akan menghimpun olaharaga tradisional yang ada di Nusantara. Indonesia sebagai tuan rumah ajang olimpiade olahraga tradisional (TAFISA Games) menorehkan sejarah sebagai penyelenggara olahraga tradisional hajatan dunia meski harus diakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya.
“Ajang TAFISA Games yang melibatkan banyak negara mungkin gaungnya belum terasa, tapi sepuluh, dua puluh tahun akan menjadi sejarah yang luar biasa bagi Indonesia, belum tentu 100 tahun lagi kita menggelar ajang ini,” katanya lebih lanjut.
Kemenpora menurut Isnanta telah memikirkan untuk memisahkan antara museum olahraga prestasi dan museum olahraga tradisional pasalnya dalam kunjungan Menpora Imam Nahrawi di luar negeri terakhir ke Barcelona museum prestasi terpisah dengan tradisional. Menurutnya bagi masyarakat kawasan senayan adalah kawasan olahraga dan ada pemikiran untuk menghadirkan meseum olahraga presetasi di senayan.
“Sudah ada pemikiran seperti itu (memisahkan museum) mungkin suatu saat, tapi menurut saya kalau memang di relokasi sebaikanya masih tetap dalam satu lokasi misalnya yang prestasi di bawah dan tradisional diatas. Indonesia kaya dengan olahraga tradisional itu yang membedakan,” katanya.
Kepala Museum Olahraga Nasional Herman Chaniago mengaku berbagai persiapan telah di lakukan pihaknya dengan maksimal dan hasilnya peserta jalan sehat yang memutari TMII sejauh 4,5 KM itu diikuti lebih dari 4 ribu peserta yang berasal dari berbagai sekolah, perguruan tinggi, komunitas olahraga dan masyarakat umum.
“Alhamdulilah kami bersyukur acara ini diikuti peserta sesuai dengan yang kami targetkan,” jelasnya.
Kedepannya Herman berharap museum akan menjadi one stop service dimana selain sebagai sarana edukasi, museum juga akan dilengkapi dengan trend masa kini antara lain, mall, cafe maupun fasilitas modern lainnya. “Nantinya, pengunjung yang mengunjungi ke museum juga dapat menikmati yang lainnya,” kata Herman.
Ketua IOA Richard Sambera menyatakan kegiatan yang digelar oleh Kemenpora ini menjadi bagian dari sebar visi dan misi olimpian bahwa prestasi tertinggi dalan olahraga adalah olimpiade dan pihaknya berharap atlet Indonesia menggantungkan cita-cita prestasi tertinggi adalah meraih medali olimpiade.
“Jadikan olimpiade sebagai sasaran tertinggi karena ini ajang tertinggi di dunia. Jangan hanya puas di level daerah, nasional maupun regional. Atlet Indonesia harus tertuju ke sana,” kata Richard saat meet and greet dan dialog dengan para peserta jalan sehat. (Herwan)




































