KANALNEWS.co – Jakarta, Penunjukan Rahmad Darmawan dan Aji Santoso sebagai pelatih dan asisten pelatih cabang olahraga (cabor) sepak bola (U-23) di ajang SEA Games 2013 setelah adanya kesepakatan antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) masih menyisakan permasalahan.

Penujukan keduanya diperkuat surat dari PSSI bernomor 778/UDN/395/IV-2013 tertanggal 16 April 2013 yang ditanda tangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Hadiyandra.Ketua Umum Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI) periode 2013/2018, Eddy Sofyan menyayangkan penunjukan tersebut, menurut Eddy, kualitas mumpuni Rahmad Darmawan tidak berbanding lurus dengan Aji Santoso yang menjabat sebagai asisten pelatih

Eddy yang pernah menangani PSSI Junior pada tahun 1982 saat membantu Yuswadi ini menambahkan, PSSI harus mampu memberikan alasan khusus seputar penunjukan Aji Santoso. Menurutnya, Aji pernah gagal ketika menangani Timnas lawan Bahrain pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014, Rabu (29/2/2012). Ketika itu, Indonesia diberondong 10 gol tanpa mampu memberikan balasan.

“Itu adalah kekalahan terburuk sepanjang sejarah sepak bola Indonesia dan internasional. Lantas, apa kriterianya jika Aji kembali dipercaya menjadi asisten pelatih SEA Games 2013,” ujar Eddy Sofyan di Jakarta, Selasa (16/4/2013).

“PSSI seharusnya punya kriteria untuk menunjuk pelatih Timnas agar pelatih-pelatih lokal memiliki motivasi dan memiliki peluang yang sama. Misalnya saja, berdasarkan jam terbang, track record, wawasan dan nama baik. Jika tidak, akan berdampak negatif terhadap pemain, seperti kurang respek terhadap pelatihnya. Karena itu, saya menyayangkan jika Aji disandingkan dengan Rahmad yang sudah punya nilai positif,” tandasnya.

Editor : Herwan Pebriansyah