
Kanalnews.co, JAKARTA– Batu andesit menjadi awal konflik antar warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah dengan aparat Kepolisian. Lantas seperti apa sebenarnya batu andesit tersebut?
Peneliti Geologi di Pusat Riset Oseanografi – BRIN, Yunia Witasari menjelaskan asal muasal batu andesit di Desa Wadas adalah batuan yang berasal magma yang keluar dan membeku di luar permukaan. Batu ini memiliki komposisi silika dan oksida sebanyak 57-68 persen.
Ia menyebut ada dua macam batu andesit. Pertama batu yang terbentuk dari pembekuan magma (tanpa letusan gunung berapi) dan kedua yang terbentuk bersama dengan letusan gunung berapi.
Nah, batu andesit yang ada di Desa Wadas adalah dalam batuan vulkanik yang bukan merupakan hasil erupsi gunung berapi.
“Andesit di Purworejo termasuk dalam batuan vulkanik. Magma yang keluar ke permukaan bumi bukan karena erupsi ekplosif tapi meleleh perlahan keluar melalui rekahan/sesar di batuan,” katanya seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Yunia menyebut batu andesit biasanya digunakan untuk keperluan kontruksi dan bagunan. Tak jarang juga bisa digunakan untuk batu dekorasi.
“Andesit yang berasal dari pembekuan magma lebih bagus untuk dijadikan tegel dan bahan batu dekorasi. Kalau andesit dari erupsi vulkanik lebih banyak dipakai untuk bahan bangunan,” katanya.
Batu andesit dari Desa Wadas rencananya akan dibuat untuk pondasi bendungan Bener. Namun warga menolak dan sempat terjadi bentrok di desa Wadas tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya telah meminta maaf atas kejadian tersebut. Ia mengaku akan berupaya menenangkan warga desa Wadas tersebut. (ads)




































