KANALNEWS.co Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menarik perwiranya yang bertugas menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di antara yang ditarik tengah menyidik perkara kasus dugaan korupsi pengadaan simulator alat kemudi motor dan mobil di Korlantas Polri tahun anggaran 2011.

“KPK menerima surat balasan dari Mabes Polri terkait dengan surat pimpinan KPK kepada Polri mengenai penugasan penyidik di KPK. Berdasarkan surat balasan dari Mabes Polri pada 12 September lalu, 20 penyidik itu tidak diperpanjang,” kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo di kantornya, Jumat (14/9).

Dia mengatakan, penyidik atau jaksa atau pegawai Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang bertugas di KPK masa tugasnya empat tahun dan bisa diperpanjang lagi empat tahun. Tiap tahun untuk penyidk Polri harus diterbitkan surat penempatannya.

“Di antara 20 penyidik (yang tidak perpanjang), ada yang sudah setahun, dua tahun. Pangkat penyidik dari Polri yang diterik ada Ajun Komisaris Polisi, Komisaris Polisi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), dan Komisaris Besar,” kata Johan.

Johan menegaskan, penarikan ini tidak terkait penanganan perkara tertentu, namun dia mengakui salah satu penyidik yang tidak diperpanjang ada yang tengah menanganbi kasus Simulator.

“Saat ini jumlah penyidik KPK ada 70 ebih, perlu diklarifikasi yang tidak diperpanjang ini hanya satu yang menangani kasus simulator. Sama sekali tidak berkaitan dengan kasus simulator. Tentu kalau 20 dari jumlah penyidik KPK sementara kasus yang sedang ditangani KPK sangat banyak,” ujarnya.

Ditanya apakah penarikan 20 dari 70 penyidik ini akan mengganggu kinerja KPK, Johan enggan berkomentar lebih jauh. Dia hanya mengatakan, penarikan ini masih proses dan masih akan dibicarakan lagi antara pimpinan KPK dengan Polri. Johan menambahkan, tahun-tahun sebelumnya juga ada penarikan karena alasan dipromosikan. “Keputusan belum final, masih akan dibicarakan,” ujarnya. Siregar Ian