Reaksi pialang di Bursa Wall Street.
KANALNEWS.Co, Washington – Bursa Wall Street ditutup  lebih tinggi Sabtu (15/9) pagi WIB atau Jumat sore waktu setempat. Hal itu sudah berlangsung selama dua hari berturut-turut karena dipengaruhi  stimulus QE3 baru Federal Reserve.

Naiknya bursa Wall Street juga dipengaruhi  kenaikan  pasar Eropa dan Asia yang terjadi sebelumnya. Saham pertambangan dan energi serta industri terkait memimpin bursa saham maupun pengecer.  Tahun depan, diperkirakan akan lebih baik lagi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 53,51 poin (0,40 persen) di 13.593,37. Indeks saham S&P 500 bertambah 5,78 poin (0,40 persen) menjadi 1.465,77, sementara teknologi Nasdaq naik 28,12 poin (0,89 persen) menjadi 3.183,95.

Pasar di seluruh dunia secara keseluruhan lebih tinggi setelah Fed mengumumkan program pembelian obligasi atau QE3-nya pada Kamis dan berjanji untuk terus mempertahankan stimulus sampai ekonomi dan pasa r pekerjaan menunjukkan tanda-tanda yang solid dari pertumbuhan yang berkelanjutan.

Caterpillar melonjak 2,8 persen, Freeport McMoran naik 2,0 persen, Cliff Resources melonjak 5,5 persen, dan Bank of America bertambah 3,5 persen.

Pengecer peralatan kantor Staples melonjak 2,1 persen karena pembicaraan bahwa beberapa perusahaan ekuitas swasta mempertimbangkan kemungkinan upaya untuk mengambil alih perusahaan.

Pengecer lainnya yang naik: Fossil mengingkat 9,6 persen, Kids Brands menguat 13,6 persen, dan Oshkosh terangkat 8,2 persen.

Apple menambahkan 1,1 persen, masih naik segera setelah peluncuran iPhone 5 minggu ini. Tetapi saham telekomunikasi jatuh, dengan Verizon dan AT & T keduanya kehilangan 2,4 persen, karena para analis mengatakan iPhone baru akan memukul margin mereka.

Harga obligasi turun tajam. Imbal hasil pada Treasury 10-tahun naik menjadi 1,87 persen dari 1,76 persen pada Kamis, sementara yield obligasi 30-tahun naik menjadi 3,09 persen dari 2,97 persen. Imbal hasil obligasi bergerak terbalik terhadap harga.(ant)