Kanalnews.co, JAKARTA – Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan bahwa adanya harta tak masuk akal yang diduga dimiliki Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi. Hal itu setelah dilakukan pengembangan kasus suap kasus tersebut.

“Terkait harta irasional, hingga kini masih terus kami lakukan pengembangan,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini masih akan berfokus kepada Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam bentuk gratifikasi yang terdapat dalam kasus Rahmat Effendi.  Sebab, kasus gratifikasi Pepen, sapaaan akrab Rahmat Effendi masih memungkinkan untuk diungkap lebih dalam dari yang didapat dari hasil giat senyap di Bekasi pada pekan lalu.

“Apakah kemudian akan dikembangkan? Sekali lagi semuanya masih terbuka untuk kemudian dikembangkan, tetapi kami masih saat ini fokus pada suap dan gratifikasinya,” katanya.

“Terkait dengan harta-harta yang irasional pun masih akan kami lanjutkan pengembangannya,” tambahnya. (RR)